Ilustrasi: MI/Ramdani
Ilustrasi: MI/Ramdani (Kautsar Widya Prabowo)

Penyebab ASN Kerap Tidak Netral saat Pilkada

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 24 Juli 2020 05:27
Jakarta: Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, menyebut terdapat beberapa penyebab aparatur sipil negara (ASN) berpotensi tidak netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Salah satunya adanya hubungan kekerabatan atau kesamaan daerah dengan calon petahana.
 
"Melahirkan hubungan emosional yang membuat orang ini (ASN) jadi tidak netral," ujar Titi dalam diskusi virtual, Kamis, 23 Juli 2020.
 
Selain itu, tidak optimalnya reformasi birokrasi memunculkan tekanan kepada ASN untuk memilih calon petahana yang merupakan atasannya. Pasalnya, akan ada rasa tidak aman ketika ASN tidak mencoblos bosnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"Ini adalah adanya kekhawatirkan mutasi jabatan atau mandeknya jenjang karier apabila tidak mendukung petahana," tutur dia. Baca: Komisi ASN Tindak Lanjuti 366 Pelanggar Netralitas Pilkada 2020
 
Hal ini membuat ASN itu memutuskan untuk mendukung salah satu calon pilkada dengan jaminan karier. Titi menilai hal semacam ini mencoreng wajah pesta demokrasi.
 
Berdasarkan catatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), 250 kasus netralitas ASN telah ditindak Komisi ASN (KASN). Mereka dianggap melanggar kode etik sebagai abdi negara.
 

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif