()

Memilih Pimpinan KPK yang Kredibel

25 Agustus 2015 06:00
KREDIBILITAS Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga pemberantas korupsi sangat dipengaruhi kualitas para pemimpinnya. Semakin kompeten, profesional, independen, dan kredibel para pemimpin lembaga itu akan semakin tinggi pula kredibilitas lembaga antirasywah tersebut.
 
Sebaliknya, jika kualitas para pemimpin KPK rendah, level kredibilitas yang paralel juga akan dihasilkan di tingkat kelembagaan. Dengan demikian, proses pemilihan para calon pemimpin KPK ialah tahapan sangat krusial yang ikut menentukan tinggi rendahnya level kredibilitas KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi.
 
Tahapan krusial itu pula yang tengah berlangsung dalam seleksi tahap akhir pemilihan calon pimpinan (capim) KPK. Panitia Seleksi (Pansel) KPK, kemarin, memulai tahapan untuk memilih delapan dari 19 nama kandidat capim yang berhasil lolos dari sejumlah tahap seleksi sebelumnya. Dalam tiga hari ini, sejak kemarin, Pansel KPK dijadwalkan menggelar seleksi wawancara terbuka di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta.
 
Kita sejauh ini sangat menghargai dan mengapresiasi kinerja sembilan 'Srikandi' Pansel KPK pimpinan Destry Damayanti yang tanpa kenal lelah dan terus bekerja menjalankan proses-proses untuk memilih capim KPK. Kita melihat Pansel KPK telah bekerja keras siang-malam tanpa kompromi untuk mencoret calon yang tidak memenuhi syarat sebagai capim KPK. Kita ingin agar kinerja baik Pansel KPK itu berlanjut pada tahapan-tahapan akhir. Kita mau delapan nama kandidat yang kelak dihasilkan dan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo benar-benar nama-nama yang terbaik sebagai capim KPK. Karena itu, pada tahapan akhir terakhir ini, kita meminta pansel meningkatkan kecermatan, ketelitian, dan sekaligus juga kehati-hatian.
 
Sudah tepat, jika sebelum tahap wawancara akhir, Pansel KPK meminta publik untuk memberikan masukan terkait dengan rekam jejak ke-19 nama kandidat. Dengan demikian, publik yang memiliki pengetahuan dan catatan, baik positif maupun negatif, terkait dengan kandidat dapat memberikan masukan kepada pansel.
 
Dalam kaitan itu, kita percaya pansel telah menerima banyak sekali masukan dari masyarakat berupa informasi dan data mengenai rekam jejak ke-19 nama kandidat. Karena itu, kita ingin seluruh data dan informasi dari masyarakat benar-benar diklarifikasi Pansel KPK. Agar KPK mendatang menjadi lembaga kuat dan kebal dari upaya kriminalisasi, kedelapan capim yang dihasilkan Pansel KPK kelak ialah nama-nama yang benar-benar kompeten, bersih dari korupsi, dan terbebas dari konflik kepentingan.
 
Karena itu, melalui berbagai data dan masukan masyarakat, Pansel KPK harus menguji dan memverifikasi benar seluruh aspek yang menjamin integritas para kandidat capim. Publik melalui media massa tentu mendengar ada sejumlah nama kandidat yang diduga terkait dengan kelompok bisnis yang berpotensi konflik dengan pengusutan kasus di KPK. Ada pula yang diduga pernah menyalahgunakan wewenang, bermasalah dengan isu HAM, memiliki interes politik, dan bahkan terkait kasus korupsi.
 
Prosesnya termasuk menyelisik parameter integritas yang dilihat dari sisi tujuan sang calon ikut seleksi. Jangan luluskan, misalnya, calon yang sekadar memburu pucuk pimpinan KPK, yang jika tidak terpilih memimpin lembaga itu, akan mundur. Pansel harus mencoret kandidat yang terindikasi terkait dengan itu semua. Dalam konteks ini, tanpa keraguan kita mendukung sepenuhnya langkah Pansel KPK untuk memilih capim yang terbaik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Oase

TERKAIT
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif