Cari Tahu Dampak Gadget sebelum Mengenalkannya pada Anak

inten Suhartien 09 Februari 2018 13:02 WIB
pendidikan
Cari Tahu Dampak Gadget sebelum Mengenalkannya pada Anak
Ilustrasi orangtua mengawasi anak menggunakan gadget, AFP
Jakarta: Gadget atau gawai tak bisa dilepaskan dari kehidupan masa kini, termasuk anak-anak. Bila menelisik efek negatif, itu bukan berarti menjadikan orang tua menjauhkan anak-anak dari gawai. Tapi, mengurangi ketergantungan anak pada gawai justru lebih bijak.

Sebelum memutuskan untuk mengenalkan anak-anak pada gawai, ada baiknya orangtua memahami dampak perangkat elektronik itu pada tumbuh kembang si buah hati. Menurut psikolog anak, Anna Surti Ariani, bahaya gawai menyangkut banyak aspek seperti motorik, kognitif, bahasa, emosional, dan sosial.


Anak yang sering bermain gadget hanya memanfaatkan satu jari untuk menggambar atau menulis. Sementara jari lain tak dilatih untuk menulis atau menggambar di atas kertas. "Jadi kemampuan anak menulis atau menggambar akan menjadi lambat," ujar Anna kepada Medcom.id.

Beberapa anak makan sambil bermain gadget. Sehingga ia harus memecah konsentrasi untuk dua kegiatan yaitu makan dan bermain gadget. 

Kebiasaan itu membuat daya tangkap dan daya ingat mereka lemah. "Sehingga saat bersekolah, prestasi belajar anak tak optimal," kata lulusan dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.

Aspek lain yaitu bahasa. Anak berusia tiga tahun masih belajar untuk bicara dan berkomunikasi. Bila sering bermain gadget, perkembangan bicara si anak lebih lambat.

Saat bermain, komunikasi anak hanya satu arah. Tak ada interaksi antara anak dengan lingkungan. Jadi, anak tak terlatih untuk berekspresi.

"Dampak jangka panjangnya, saat di sekolah, anak mendapat tugas esai. Anak kelabakan karena tak terbiasa menjelaskan dan berinteraksi," lanjut Anna.

Selain itu, anak-anak cenderung hanya membaca judul maupun awal kalimat pada gadget. Sehingga mereka tak biasa mengolah kata.

Emosi anak masih labil. Bila mendapat konten negatif, bukan tak mungkin anak-anak mengadopsi informasi itu.

Aspek terakhir yaitu sosial. Anak seolah melarikan diri dari pergaulan sosial dengan gadget.

"Apalagi jika bentuk komunikasi dalam rumah yang berubah, semua menggunakan gadget maka keluarga menjadi tidak hangat," ujarnya.

Namun demikian, Anna mengaku gadget juga memberi banyak manfaat. Anak bisa mendapat informasi, ide baru, dan hiburan. Tapi, penggunaannya perlu diawasi orangtua.



(RRN)