Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Lanjut S2? Pelajari Dulu Perbedaan Master by Research atau Coursework

Citra Larasati • 12 Januari 2022 15:47
Jakarta:  Melanjutkan kuliah di jenjang S2 ternyata tidak semudah memilih program studi (prodi) yang diminati.  Namun calon mahasiswa S2 harus mengetahui bahwa ada dua jenis perbedaan yang signifikan, yakni master by research dan coursework.
 
Untuk mengetahui apa perbedaan di antara keduanya, yuk simak artikel tentang master by research dan coursework di jenjang S2 atau pascasarjana dikutip dari laman Schoters.

Perbedaan antara Master by Research dan Coursework

Pada dasarnya, program master (S2) di luar negeri terbagi menjadi dua tipe: research dan coursework.

Master by research

Di perkuliahan ini, selama dua tahun masa kuliah mahasiswa akan difokuskan pada riset. Oleh karena itu jika ditanya, “kapan mulai tesis?” jawabannya adalah: sejak hari pertama menginjakan kaki di kampus! Di hari itulah para mahasiswa sudah memulai kegiatan riset untuk keperluan tesis.
 
Para mahasiswa dalam tipe program master ini hanya diminta kuliah seperlunya saja untuk menunjang keperluan riset, tidak sampai 20-an SKS per semester.

Master by Coursework

Bagaimana dengan coursework? Jenis program master ini dapat dikatakan sama persis dengan tata cara ketika kita kuliah S1. Dalam tipe ini, para mahasiswa tetap diminta untuk datang ke kelas, mengerjakan tugas, ujian, dan seterusnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biasanya, para mahasiswa baru memulai tesis mereka di semester terakhir. Di beberapa negara, master by coursework ini bisa diselesaikan dalam waktu hanya satu tahun, seperti di Australia, UK, atau Belanda.

Bagaimana Menentukan Pilihan yang Tepat

Memilih negara itu sangatlah penting. Bukan hanya agar dapat selfie di Menara Eiffel, pacaran dengan orang Jepang, atau naik puncak Alpen. Tetapi, lebih karena berbeda negara, berbeda pula kebijakan mengenai dua tipe program S2 ini: master by research atau coursework.
 
Misalnya, di Jepang, Korea Selatan, atau Taiwan. Pada umumnya, di negara Asia Timur ini program master yang dilaksanakan adalah program master by research.
 
Beberapa negara ada yang memberikan opsi untuk para mahasiswanya terkait dengan program master yang akan diambil, apakah dilakukan dengan tipe research atau coursework. Seperti di Aussie atau UK.
 
Baca juga:  UI Perguruan Tinggi Terbaik Versi Webometrics 2022
 
Salah satu universitas di Australia yang memberikan pilihan ini adalah University of Sidney. Di universitas ini, terdapat pilihan untuk mengambil master by coursework atau master by research. Untuk program master by research, biasanya gelar yang akan didapat adalah M.Phil, sementara untuk master by coursework gelar yang biasanya didapat oleh para lulusannya adalah M.Sc.
 
Meskipun demikian, tentu seperti sudah saya tekankan sebelumnya bahwa berbeda negara, berbeda pula kebijakan yang diterapkan. Di Singapura contohnya, untuk program coursework, gelar yang diberikan adalah M.Sc.
 
Sedangkan program research, gelar yang diberikan adalah M.Eng. Sebaliknya di USA, program coursework gelarnya adalah M.Eng, sedang program research gelarnya adalah M.Sc.

Kelebihan dan Kekurangan Master by Research atau Coursework

Terakhir, apa saja pertimbangan yang harus dilakukan mahasiswa untuk pada akhirnya memilih tipe program master? Berikut kelebihan dan kekurangan kedua program ini:

Master by Research

Kelebihan:
 
Output yang diminta adalah minimal membuat 1-2 paper atau conference, karena memang mahasiswa diminta untuk fokus melakukan riset.  Pengalaman riset yang dilakukan pada program master ini akan sangat berguna jika mahasiswa tersebut berminat untuk melanjutkan studi doktoral (Ph.D program).
 
Kekurangan:
 
Lemah dalam basic concept! Hal ini akan terjadi jika mahasiswa tidak memiliki tingkat keilmuan yang mendalam ketika menjalani studi S1, atau topik riset dalam program master yang dilakukannya adalah studi lintasbidang kelimuan.
 
Hal ini terjadi pada diri saya sendiri. Bidang keilmuan S1 saya adalah material, dan pada jenjang S2 saya mengambil bidang keilmuan biomaterial. Dalam hal ini, saya merasa sangat kurang di basic ilmu biologinya, terutama ketika saya menjalankan riset.

Master by Coursework

Kelebihan:
 
Ilmu yang akan didapatkan akan sangat mendalam. Beberapa produk master by coursework seperti ini adalah Ferry Anggoro Ardy Nugroho yang sekarang jadi pakar nanoteknologi di Swedia. Ferry mengambil program master Erasmus Mundus dalam bidang nanoteknologi.
 
Kekurangan:
 
Exposure riset yang kurang. Agak sulit mengharapkan mahasiswa dalam program master by coursework dapat menghasilkan output sebuah paper international, jelas karena apa yang ia lakukan kebanyakan berada di kelas dan menjalani perkuliahan. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif