Ilustrasi wawancara kerja. Foto: Unsplash.com
Ilustrasi wawancara kerja. Foto: Unsplash.com

Tips Wawancara Kerja, CCTV Bisa Mengawasi Sikap Pelamar

Pendidikan Pendidikan Tinggi Tips Pendidikan
Citra Larasati • 08 Oktober 2020 15:28
Jakarta: Psikolog Klinis Universitas Airlangga (Unair), Hamidah, membagikan tips untuk lolos dan menghadapi ketakutan saat melakukan wawancara kerja. Wawancara kerja menjadi proses yang sangat penting dalam rekrutmen dan seleksi calon karyawan, karena di tahapan ini perusahaan akan menggali informasi untuk mengenal potensi atau kompetensi pelamar secara mendetail.
 
Saat melamar pekerjaan, setiap pelamar akan dihadapkan dengan beberapa tahapan seleksi, salah satunya, wawancara. Proses tanya jawab itu biasanya menjadi momen yang paling mendebarkan, karena itu,semua pelamar pasti berharap dapat lolos pada sesi tersebut.
 
Dalam 'Webinar Nasional bertema Tantangan Berkarir di Tengah Pandemi' Ketua Divisi Pelatihan dan Konsultasi Karir di PPKKHA Unair tersebut memaparkan beberapa cara yang bisa dijadikan kesempatan menunjukkan keunggulan diri dan tampil beda dari pelamar lainnya saat proses wawancara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal utama yang harus dikuasai adalah gaya komunikasi. Kita harus menggunakan gaya enak, lancar, dan tidak merendahkan orang lain dalam menjawab setiap pertanyaan. Selain itu, setiap argumen yang dibicarakan harus menunjukkan pola pikir yang solutif, runtut, dan efisien.
 
“Karena kesempatan untuk berbicara dalam wawancara itu hanya hitungan menit, kalian harus menggunakan kalimat efektif, jelas, dan jangan berbelit-belit. Keluarkan pemikiran-pemikiran yang bersifat solutif,” kata Hamidah dalam keterangannya, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Baca juga: Jurus Bos Indozone Bangun Bisnis di Usia Muda
 
Tips kedua, kata Hamidah, adalah penampilan. Hamidah menjelaskan, bahwa kita harus memperlihatkan penampilan yang smart untuk meyakinkan pihak penanya dan menunjukkan sikap layak. Hal itu berkaitan dengan cara berpakaian yang sopan saat menghadiri sesi wawancara.
 
“Yang perlu diketahui bahwa pihak perusahaan sering tidak hanya mengamati komunikasi verbal, tetapi juga perilaku aktual. Jadi, kita harus selalu siap untuk berjaga-jaga apabila di setiap ruangan tempat kerja diawasi oleh CCTV untuk menilai sikap secara detail,” terangnya.
 
Selanjutnya, Hamidah menerangkan, bahwa kita harus mempersiapkan rencana atau struktur yang jelas tentang apa yang akan disampaikan sebelum melakukan proses wawancara. Beberapa cara yang bisa digunakan untuk mempersiapkannya, antara lain, dengan mulai menerangkan tentang topik permasalahan yang disampaikan.
 
Kemudian mengindetifikasi masalah menggunakan teknik SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats), mengembangkan penyelesaian, menerapkan alternatif, dan menerangkan bagaimana evalusi terhadap hal itu.
 
Lebih lanjut, Hamidah menyebutkan, salah satu cara yang bisa digunakan untuk persiapan sebelum wawancara adalah dengan latihan berbicara di depan kaca.
 
“Lihat dan dengarkan cara kalian ketika berkomunikasi di depan kaca. Lakukan evaluasi apakah gaya bicaranya sudah komunikatif, to the point, dan bisa dipahami atau belum. Intinya jangan memberi kesempatan untuk pihak yang mewawancarai untuk menolak kalian,” tutupnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif