Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pakar IPB: Penyediaan Peta Kebencanaan Skala Operasional Perlu Diperbanyak

Pendidikan bencana alam Pendidikan Tinggi Mitigasi Bencana IPB
Arga sumantri • 05 November 2020 12:17
Bogor: Pergeseran curah hujan, selain memberikan dampak pada lingkungan, juga memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial masyarakat. Evaluasi tata ruang terkait penanggulangan dan tindakan preventif dalam menghadapi bencana alam dianggap perlu terus dilakukan. 
 
Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian (ITSL-Faperta) Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Boedi Tjahjono memberikan beberapa masukan terkait mitigasi bencana dalam rangka menghadapi pergeseran musim dan ancaman bencana ke depan. Salah satunya, memperbanyak peta kebencanaan skala operasional.
 
Ia menjelaskan, penataan ruang harus berbasis pada mitigasi bencana sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007. Ia mengatakan, perlu segera memperbanyak peta kebencanaan skala operasional (skala kabupaten 1:50.000 atau lebih besar) sesuai dengan skala Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang ada. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini disebabkan peta pada skala operasional belum banyak tersedia di daerah, sehingga perlu segera disediakan. Peta kebencanaan (bahaya atau risiko) seharusnya sudah bisa dibuat oleh pemerintah daerah meskipun diawali dengan metode yang sederhana," kata Boedi melalui keterangan tertulis, Kamis, 5 November 2020.
 
Baca: Akademisi Unsoed Berbagi Cara Sederhana Mencegah Longsor
 
Kemajuan dan kemudahan teknologi seperti internet, yang saat ini sudah bisa dimanfaatkan oleh semua orang menyebabkan pencarian data spasial dari berbagai daerah menjadi lebih mudah. Tersedianya data spsial akan memudahkan perencana atau para pihak merencanakan program untuk tindakan preventif dan penanggulangan bencana. 
 
Ia menambahkan, data dan informasi spasial yang diperlukan, seperti peta tematik atau citra satelit skala semidetil hingga detil, sudah banyak tersedia di web, sehingga dapat dimanfaatkan secara gratis dan didayagunakan. Salah satu sumber paling populer dan dikenal banyak orang adalah dari Google Map/Earth, dan sumber lainnya antara lain adalah Badan Infomasi Geospasial (BIG), United States Geological Survey (USGS), Copernicus Sentinel dan lain-lain.
 
"Nah dengan memanfaatkan data yang ada, kita akan bisa mengetahui karakteristik bentanglahan (landscape) setiap daerah, termasuk kerawanan bencana di masing-masing wilayah," ujar Dosen Mata Kuliah Kebencanaan Alam dan Mitigasi di Program Studi Ilmu Perencanaan Wilayah IPB University ini.
 
 
Halaman Selanjutnya
Menurut dia, peta bahaya dan…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif