Ilustrasi. Medcom.id.
Ilustrasi. Medcom.id.

Perbedaan Motivation Letter dan Personal Statment untuk Beasiswa

Pendidikan beasiswa
Muhammad Syahrul Ramadhan • 18 Januari 2020 20:56
Jakarta: Ketika akan mendaftar beasiswa ke luar negeri ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya motivation letter dan personal statment. Lantas apa itu motivation letter dan personal statment?
 
Alumni Vrije Universitiet Amsterdam Suci Anastasia menjelaskan perbedaan keduanya. Motivation letter, jelas Suci, berisi tentang tujuan yang diusung memiliki relevansi dengan jurusan yang dipilih. Misalnya, apakah jurusan tersebut bisa bisa meningkatkan karir saat ini atau berkontribusi terhadap komunitas.
 
“Secara singkat itu story of your future. Kayak future plan, study plan, kayak apa yang memotivasi untuk apply program itu atau ke institusi,” jelas Suci di Erasmus Huis dalam acara Hollad Scholarship Day 2020, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, personal statment merupakan cerita tentang kepribadian, semisal cerita atau capaian yang sudah didapatkan. Selain itu, juga ada life changing experienceatau sebuah cerita yang menjadi titik balik perubahan diri.
 
Personal statment itu lebih ke back story, tentang diri kita, kayak dulu pernah dialami, semua yang sudah terjadi, ada juga ngomonging life changing experiencekita, tapi nggak terlalu outline, yang lebih ditonjolkan yang pernah kita dapatkan,” terangnya.
 
Lebih lanjut ia mencontohkan bagaimana menyusun relevansi tujuan dan program studi, ketika ia mengambil gelar master di Amsterdam jurusan Human Movement Science untuk melanjutkan menjadi dosen.
 
“Saya kerja di Kemenkes, calon dosen, sekarang dosen S2 minimal jurusan Prostetik Ortotik itu belum ada dosen berlatar belakang Prostetik Ortotik, tujuan saya hubunganya rehabilitasi, ada relevansi memang dosen dengan rehabilitasi medis, itu tujuan saya menjadi dosen. Disabilitas mulai diangkat,” contohnya.
 
Kemudian untuk life changing experience atau pengalaman hidup yang ada di personal statment merupakan titik balik yang dialami akhirnya mengubah jalan hidup. Itu bisa dibuat relevansinya dengan tujuan dan program studi.
 
“Kaya dulu pernah misal pengalaman orang tua punya penyakit diabetes terus sekarang mengambil jurusan dengan insulin effect terhadap pankreas, farmasi, karena pengalaman sesuatu yang kita punya goal yang ingin kita capai sekarang,” jelasnya.
 
Selain itu, perbedaan keduanya adalah pada penyampain. Untuk motivation letter benar-benar menyampaikan atau mempromosikan diri semaksimal mungkin, sementara personal statement disampaikan dengan lebih ekspresif.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif