TKA SMA. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
TKA SMA. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Jangan Asal Pilih Mapel di TKA 2026, Ngaruh Banget Buat Peluang Lolos SNBP dan Jalur Mandiri

Ilham Pratama Putra • 27 Agustus 2026 13:57
Ringkasnya gini..
  • Siswa diminta memilih mata pelajaran TKA secara matang.
  • Pilihan harus sesuai minat, kemampuan, dan riwayat belajar.
  • Guru BK dan wali kelas diminta mendampingi siswa menentukan pilihan.
Jakarta: Siswa yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 diminta tidak sembarangan menentukan mata pelajaran pilihan. Pemilihan mata pelajaran perlu disesuaikan dengan riwayat belajar, minat, kemampuan, hingga rencana pendidikan setelah lulus sekolah.
 
Sekretaris Badan Kebijakan Pendidikan Dasar Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Muhammad Yusro mengatakan pendampingan dari guru bimbingan dan konseling (BK) serta wali kelas memiliki peran penting dalam proses tersebut. Karena mapel TKA utamanya mapel pilihan memiliki pengaruh terhadap studi lanjut.
 
"Peran guru pembimbing atau peran guru bimbingan dan konseling serta wali kelas sangat penting agar pilihan murid sesuai dengan riwayat belajarnya, minat, kemampuan, dan tujuan studi lanjut," kata Yusro dalam webinar Sapa Pendidikan, Kamis, 27 Agustus 2026.

Untuk TKA jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat, peserta akan mengerjakan mata pelajaran wajib Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Selain itu, siswa juga harus menentukan dua mata pelajaran pilihan.
 
Yusro meminta pilihan tersebut dipertimbangkan secara matang. Terlebih, hasil TKA dapat digunakan untuk berbagai kepentingan seleksi akademik, termasuk sebagai validator nilai rapor dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
 
Baca juga: Rekomendasi Mapel Pilihan TKA 2026 Untuk SMA SMK, Ada Apa Saja?  

Hasil TKA juga dapat menjadi bahan pertimbangan seleksi mandiri sesuai dengan kebijakan perguruan tinggi. Karena itu, pemilihan mata pelajaran tidak hanya berkaitan dengan kemampuan siswa saat ini, tetapi juga perlu mempertimbangkan arah pendidikan yang ingin ditempuh.
 
Menurut Yusro, keputusan mengikuti TKA maupun memilih mata pelajaran perlu dibuat secara sadar berdasarkan kebutuhan dan rencana pendidikan masing-masing murid. Ia pun berpesan kepada para peserta agar mempersiapkan diri dengan jujur dan tetap menikmati proses belajar.
 
"Pilihlah mata pelajaran dengan pertimbangan yang matang, persiapkan diri dengan jujur dan gembira, serta gunakan sumber belajar dan latihan resmi," ujar Yusro.
 
Ia menegaskan TKA bukan perlombaan untuk memberikan label kepada siswa. Asesmen tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk menunjukkan capaian akademik sekaligus mengetahui kemampuan yang masih perlu diperkuat.
 
"Walaupun TKA tidak wajib, tapi hasil TKA akan bermanfaat untuk studi lanjut," pungkasnya. 
 
 
Baca juga: Pendaftaran TKA SMA/SMK 2026 Dimulai! Ini Jadwal Terbarunya  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan