NEWSTICKER
Kampus UB. Foto: UB/Humas
Kampus UB. Foto: UB/Humas

Pakar UB Sebut Bahagia adalah Kunci Tangkal Korona

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Daviq Umar Al Faruq • 23 Maret 2020 22:46
Malang: Pakar Kesehatan Mental Universitas Brawijaya (UB), Dr Sumi Lestari SPsi MSi, menyebutkan, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah masuknya virus korona atau covid-19 ke dalam tubuh manusia. Salah satunya adalah dengan terus berbahagia.
 
Sebab, ketika seseorang berbahagia, maka tubuh akan memproduksi interferon-protein yang berfungsi melawan virus dan dapat membentuk imunitas. Hal itu juga perlu didampingi dengan mengkonsumsi makanan gizi seimbang, berolah raga, menjaga kebersihan, dan sering mencuci tangan.
 
"Untuk memunculkan rasa bahagia di tengah situasi seperti saat ini bisa dilakukan dengan bersyukur. Kunci bahagia itu akan muncul pada diri ketika kita mampu bersyukur, dengan bersyukur membuat hidup kita akan merasa tenang, nyaman, damai dan bahagia tentunya," kata Sumi, Senin, 23 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sumi menjelaskan, rasa syukur yang ada di dalam diri manusia ternyata juga mampu meminimalisir emosi negatif seperti cemas, panik, khawatir, takut dan gelisah. Rasa syukur tersebut dapat mengganti emosi negatif dengan emosi positif yaitu tentram, nyaman dan damai.
 
"Dengan bersyukur, individu tidak merasa takut dengan cobaan karena yakin akan adanya jalan keluar dari masalah yang dihadapi," tuturnya.
 
Oleh karena itu, untuk memunculkan rasa bahagia, setiap manusia juga harus mampu untuk berpikir positif. Sebab berpikir positif akan memunculkan energi postif.
 
Di sisi lain, rasa bahagia dalam diri manusia juga bisa disebabkan karena faktor social distancing. Sebab, manusia sebagai mahkluk sosial selalu butuh bersosialisai, berinteraksi, dan berkumpul. Sehingga pembatasan interaksi ini membuat seseorang merasa kesepian, kehilangan dan perubahan mood.
 
"Bahkan berpengaruh pada hormon oksitosin atau hormon cinta yang berdampak pada tingkah laku, respons emosi juga terlihat dalam membangun ketenangan, kepercayaan, dan stabilitas psikologi dan berperan mengatur ikatan sosial," jelasnya.
 
Oleh karena itu, dia juga menyarankan agar masyarakat bijak dalam memilih sumber informasi yang valid. Sebab banyak informasi hoaks tersebar dan tidak dapat dikontrol.
 
"Saya berharap masyarakat tetap waspada dengan melakukan tindakan preventif berupa mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, menjaga imunitas tubuh dengan banyak mengkonsumsi vitamin C atau makanan yang mengandung antioksidan, banyak berdoa dan patuh terhadap imbauan pemerintah untuk tetap stay at home dan work from home selama 14 hari, ini dapat memutus mata rantai covid-19 ini," pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif