Rektor IPB University Arif Satria. Zoom
Rektor IPB University Arif Satria. Zoom

Sepuluh Faktor Utama Penentu Kesuksesan Seseorang

Pendidikan disrupsi digital Pendidikan Tinggi Tips Pendidikan IPB
Arga sumantri • 28 November 2020 11:37
Jakarta: Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Arif Satria membeberkan hasil riset peneliti Amerika Serikat, Thomas J. Stanley tentang 100 faktor yang menentukan kesuksesan seseorang. Faktor IQ berada di urutan ke-21, bersekolah di sekolah favorit ada di urutan ke-23. Sedangkan, lulus dengan nilai terbaik ada di urutan ke-30.
 
"Jadi kalaupun kita masuk perguruan tinggi favorit di mana pun, tidak menjamin kita akan sukses," ucap Arif dalam webinar 'Kiat Sukses Masuk Perguruan Tinggi Pilihan' yang digelar Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Sabtu, 28 November 2020.
 
Arif menyatakan, dalam hal pekerjaan, 85 persen kesuksesan ditentukan oleh soft skill. Kemampuan teknis hanya berkontribusi 15 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arif pun membeberkan sepuluh faktor utama yang menentukan kesuksesan seseorang. Kesepuluh faktor itu yakni kejujuran, kedisiplinan, good interpersonal skill, dukungan dari pasangan hidup, dan bekerja lebih keras dari yang lain. Kemudian, mencintai apa yang dkerjakan, kepemimpinan yang baik dan kuat, semangat dan berkepribadian kompetitif, pengelolaan kehidupan yang baik, serta kemampuan menjual gagasan dan produk.
 
"Ini 10 besar hasil penelitian yang ternyata di sini tidak ada urusan berapa nilai akademik, IQ, lulusan perguruan tinggi mana, kita keturunan siapa, tidak ada. Tergantung murni pada sejauh mana pribadi kita memiliki integritas," beber Arif.
 
Baca: Ketua FRI: Mindset Kunci Hadapi Era Disrupsi Teknologi
 
Arif menambahkan, era disrupsi teknologi membuat tiga ribu lebih pekerjaan hilang. Namun, di sisi lain, juga memunculkan 19 ribu lebih pekerjaan baru. 
 
"Artinya perubahan teknologi membawa peluang besar. diperlukan mindset baru, perilaku baru, dan cara baru melakukan segala sesuatu, tidak bisa berpikir seperti sebelumnya," ujarnya.
 
Arif mengatakan, sebuah studi terhadap anak usia 15 tahun di 72 negara dunia menujukkan bahwa secara umum, mindset memiliki kontribusi terbesar dalam menentukan keberhasilan seseorang. Jadi, kekuatan utama bukan pada siswa atau proses pembelajaran di lembaga pendidikan.
 
"Ternyata pada faktor mindset, motivasi, dan kepercayaan diri lebih berpengaruh dari latar belakang sosial ekonomi," ungkap Arif.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif