Shafa Tasya Kamila. Foto: Dok.MI
Shafa Tasya Kamila. Foto: Dok.MI

Tasya Kamila Beri Tips Belajar Daring Saat Pandemi

Pendidikan Virus Korona Pembelajaran Daring
Citra Larasati • 28 September 2020 20:22
Jakarta: Aktris sekaligus mantan penyanyi cilik,Shafa Tasya Kamila menilai nasib dunia pendidikan di tengah pandemi covid-19 ini tak ubahnya seperti dua sisi mata uang. Tasya juga menyoroti sejumlah kendala yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia selama penerapan Pembelajaran Jarak Jauh di masa pandemi.
 
Di satu sisi berdampak positif, kata Tasya, karena pembelajaran daring ini pelajar dan mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dalam mengikuti pembelajaran dan mencari bahan pembelajaran mereka. Namun sisi negatifnya, ia mengatakan, pembelajaran model daring ini sangat minim terhadap human touch jadi seringkali pembelajaran jatuh terhadap ranah yang membosankan.
 
Tasya mengatakan, bahwa pandemi covid-19 menjadi katalisator dalam perkembangan pendidikan daring di Indonesia. Meski menurutnya, tidak semua daerah di Indonesia telah siap mengadaptasinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, pendidikan daring hingga saat ini hanya efektif di beberapa daerah saja, terutama di kota-kota besar. Tantangan berupa kekurangan infrastruktur untuk mengakomodir pendidikan daring masih terjadi di daerah pelosok, utamanya 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
 
“Problema infrastruktur ini tidak hanya pada sisi pelajar dan mahasiswa saja, tapi juga terhadap pengajar juga. Nyatanya, tidak semua individu yang terlibat dalam pendidikan Indonesia memiliki akses internet yang merata dan itu merupakan isu yang pemerintah harus turun tangan,” ujar Tasya dala Webinar bertema “The Importance of Education in Times of Crisis” yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), seperti dikutip dari siaran pers, Senin, 28 September 2020.
 
Baca juga:Tujuh Tips Hindari Stres Saat PJJ ala Nadiem Makarim
 
Tidak hanya itu, dalam kesempatan itu alumnusColumbia University itu juga mengajak seluruh pihak untuk tidak menyerah terhadap kondisi gaptek (gagap teknologi). Sebab menurutnya, teknologi dapat dipelajari dan teknologi merupakan satu-satunya solusi di masa krisis ini untuk menerima dan memberi pendidikan yang berkualitas.
 
Mengatur waktu belajar, kata alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini juga menjadi kunci untuk dapat sukses dalam menjalani pembelajaran daring. "Kita juga harus lebih sering memotivasi diri sendiri bahwa jadikan masa krisis ini sebagai your moment dalam berkembang menjadi suatu individu yang mumpuni,” pesan Tasya.
 
Pada akhir, Tasya mengaku optimistis bahwa pandemi covid-19 ini akan segera berakhir dan pendidikan daring ini hanya sementara. Setelah itu, semua dapat kembali ke normal dan menempuh pendidikan yang kaya dengan human touch.
 
Ia juga mengingatkan bahwa audiens yang dapat menempuh pendidikan daring dengan minim masalah harus dapat mensyukuri privilege tersebut, karena tidak semua orang memiliki kemewahan itu.
 
“Pandemi dapat menjadi suatu masa yang kesepian untuk beberapa orang karena kejenuhan berdiam di rumah selama waktu yang sangat lama. Oleh karena itu kita harus lebih sering stay in touch dengan orang-orang yang kita sayangi karena kesehatan mental adalah hal yang sangat kita butuhkan untuk melewati masa krisis ini,” pungkasnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif