Pemaparan tentang cara menyembelih hewan secara halal. Foto: Dok ITS.
Pemaparan tentang cara menyembelih hewan secara halal. Foto: Dok ITS.

Begini Cara Menyembelih Hewan Secara Halal

Pendidikan Tips Pendidikan ITS
Arga sumantri • 03 Agustus 2021 11:37
Jakarta: Pusat Kajian Halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha). Kegiatan ini guna mengedukasi masyarakat mengenai penyembelihan hewan secara halal.
 
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Jawa Timur Imam Fauzi menjelaskan, sebelum mulai menyembelih, penyembelih perlu menyiapkan pisau yang tajam untuk beserta pisau cadangannya. Ketajaman pisau bisa diperiksa terlebih dulu dengan memotong kertas. Jika dilihat belum tajam, maka pisau perlu diasah terlebih dahulu.
 
Tidak hanya hewan yang disembelih yang perlu diperhatikan, teknik penyembelihannya pun perlu mendapat perhatian khusus. Perwakilan dari Juru Sembelih Halal Indonesia, Imam, menjelaskan, untuk hewan seperti sapi, perlu melakukan penanganan pertama dalam penyembelihan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama, kepala hewan perlu diikat untuk mencegah hewan kabur sebelum hewan direbahkan. Hewan tersebut harus direbahkan ke arah kiri agar esofagus tidak tertekan dan feses hewan keluar dari mulut. 
 
"Kita jangan sampai membuat hewan tersiksa akibat salah proses menyembelih," jelas Imam mengutip siaran pers ITS, Selasa, 3 Agustus 2021.
 
Baca: 10 Langkah Jitu Dapatkan Beasiswa
 
Pemotongan pun memiliki teknik yang berbeda tergantung dari posisi hewan agar hewan bisa langsung mati saat disembelih. Jika dalam keadaan miring, kata dia, gunakan teknik dorong. "Jika tengadah gunakan teknik dorong dan tekan tak lupa juga membacakan doa," ujar Imam.
 
Ia mengatakan penting untuk menyembelih di ruas leher nomor tiga pada hewan unggas. Pada bagian ini, esofagus, vena jugularis, dan arteri karotis akan terpotong sehingga unggas bisa segera meninggal. Berdasarkan informasi Imam, di pasar-pasar masih banyak penyembelih tidak melakukan hal ini dengan memotong di pangkal leher sehingga ada pembuluh yang belum terpotong. 
 
"Teknik pemotongan tersebut rupanya masih tidak sesuai syariat," ujarnya.
 
Pisau untuk memotong hewan unggas harus lebih tajam dibanding saat memotong sapi atau hewan ternak lainnya. Sebab, bagian leher unggas yang lentur, sangat mungkin untuk terpotong tidak sempurna jika pisau tidak tajam.
 
Baca: Tips Menghindari Kesalahan Terjemahan
 
Sekretaris Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Moch Khoirul Anwar menyebutkan, jika sertifikasi halal pada rumah sembelih sangat penting. Ia menegaskan, perintah mengkonsumsi makanan yang halal dan thayyib dalam Alquran mendorong keharusan rumah sembelih mendapatkan sertifikasi halal. 
 
"Pemilik usaha bisa membuat permohonan ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebelum nantinya dievaluasi, hingga bisa mendapatkan sertifikasi halal," tutur Khoirul.
 
Kepala Pusat Kajian Halal ITS Setiyo Gunawan ST PhD IPM menambahkan, pada pelatihan yang dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia ini, diharapkan dapat membantu para pelaku usaha dalam pengajuan sertifikasi halal. Dengan demikian kesadaran akan halal lifestyle meningkat di masyarakat. 
 
"Ini juga untuk menjamin produk-produk di Indonesia pada standarisasi halal," kata Setiyo.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif