NEWSTICKER
Ilustrasi: Istimewa.
Ilustrasi: Istimewa.

Pertimbangkan Dua Fakta Sebelum Kuliah di Negeri Panzer

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 11 Januari 2020 09:09
Jakarta:Jerman dikenal memberikan fasilitas biaya pendidikan gratis bagi warga asli Jerman dan juga pelajar internasional yang datang ke negaranya. Namun untuk mendapatkannya, para pemburu pendidikan di Jerman tak selalu menempuh jalan mulus, untuk itu ada dua hal penting yang harus diperhitungkan matang-matang sebelum memutuskan kuliah di negara panzer ini.
 
Dikutip dari laman EHEF.idhal paling penting yang harus diketahui para pelajar yang ingin menempuh pendidikan di Jerman adalah penyesuaian cara belajar dan bahasa. Banyak pelajar internasional memilih kuliah di Jerman karena tergiur kelebihan yang di tawarkan Jerman.
 
Sebut saja akomodasi yang diperuntukkan khusus pelajar, kualitas institusi pendidikan yang tinggi, tunjangan transportasi umum dan asuransi, dan juga peningkatan kesempatan di pasar global. Bukan hanya itu, Jerman juga adalah nonenglish speaking country terpopuler di dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jadi tidak mengejutkan jika 10% dari total mahasiswa di Jerman adalah mahasiswa internasional.
Pemerintah Jerman berpendapat, akses pendidikan adalah hak kemanusiaan dan keputusan ini juga memberikan keuntungan ekonomi dan sosial kepada negaranya.
 
Misalnya, perusahaan-perusahaan yang berdomisili di bagian Jerman timur sangat membutuhkan pekerja spesialis. Dalam wawancara dengan DW, rektor universitas Otto-von-Guericke Jens Strackeljan berpendapat, "Masyarakat kita membutuhkan lebih banyak orang yang berpendidikan, serta imigran yang memenuhi syarat di banyak bidang, misalnya, dalam teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan umumnya dalam bidang teknik."
 
Dengan segala keuntungan yang didapat, pasti ada usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkannya. Pertama, penyesuaian diri dengan sistem pengajaran dan mata kuliah baru tidak bisa diremehkan.
 
Dari penelitian yang dilansir DW, rata-rata mahasiswa internasional yang drop out dari program kuliahnya adalah 41%. Di luar masalah finansial, jumlah mahasiswa yang tidak sanggup untuk melanjutkan pendidikannya terbilang sangat tinggi.
 
Kondisi ini dapat diantisipasi dengan persiapan matang sebelum memutuskan untuk kuliah di Jerman. Alangkah sayangnya kalau sampai putus kuliah dan kembali ke Tanah Air karena tidak bisa mengikuti sistem pembelajaran di Jerman.
 
Kedua, bahasa adalah salah satu faktor besar yang menyebabkan banyak mahasiswa yang tidak menguasai bahasa Jerman putus kuliah. Ketersediaan kelas Bahasa Jerman seringkali tidak mencukupi jumlah peminat yang ingin berpartisipasi.
 
Walaupun hanya untuk jenjang S1, mahasiswa diharuskan untuk bisa Bahasa Jerman. Tidak hanya itu, untuk kehidupan sehari-hari keterbatasan dalam menguasai Bahasa Jerman juga mempersulit mahasiswa internasional untuk belajar atau hanya sekadar bersosialisasi.
 
Universitas-universitas di Jerman telah mengusahakan untuk meningkatkan jumlah kelas-kelas Bahasa Jerman, untuk peminatnya begitu juga dengan dukungan konseling dan lembaga mahasiswa internasional di setiap universitas.
 
Kalau kamu ingin kuliah di Jerman, disarankan untuk mulai mempelajari bahasanya agar kelak tidak gagap untuk beradaptasi. Realitanya, hal-hal ini memang tidak istimewa untuk Jerman saja.
 
Pada akhirnya, untuk sukses mengenyam pendidikan di luar negeri, siswa harus memiliki ketahanan mental dan kemauan untuk belajar beradaptasi yang tinggi. Ingat kata pepatah: "Lalai dalam mempersiapkan berarti bersiap untuk gagal.”
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif