Ilustrasi seleksi CPNS. DOK KemenPAN-RB
Ilustrasi seleksi CPNS. DOK KemenPAN-RB

4 Kesalahan Fatal Berkas Saat Daftar CASN yang Harus Kamu Hindari

Bramcov Stivens Situmeang • 01 September 2026 13:00
Ringkasnya gini..
  • Pendaftaran CASN 2026 belum resmi dibuka dan BKN membantah poster pembukaan yang beredar di media sosial.
  • Sambil menunggu jadwal resmi, pelamar bisa menyiapkan dokumen agar tidak gugur pada Seleksi Administrasi.
  • Empat kesalahan yang perlu dihindari mencakup ijazah, surat lamaran, surat pernyataan, serta KTP dan pasfoto.
Jakarta: Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2026 hingga kini belum dibuka. Meski begitu, masa tunggu ini bisa dimanfaatkan untuk mempersiapkan dokumen agar pelamar tidak gugur pada tahap Seleksi Administrasi.

Perlu diketahui, istilah CASN mencakup seluruh proses rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara itu, ASN merupakan sebutan bagi seluruh pegawai pemerintah yang terdiri atas dua kategori, yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dengan kata lain, PNS dan PPPK sama-sama berstatus ASN. Perbedaannya terletak pada status kepegawaiannya, di mana PNS merupakan pegawai tetap sedangkan PPPK bekerja dengan sistem kontrak.

Di sisi lain, informasi yang sempat beredar di media sosial terkait pembukaan CPNS 2026 telah dipastikan tidak benar. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan poster tersebut merupakan informasi palsu atau hoaks. 

Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi, baik untuk seleksi CPNS maupun CASN secara keseluruhan. BKN menjelaskan bahwa rekrutmen ASN tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. 

Prosesnya harus melalui tahapan regulasi yang panjang, mulai dari penetapan kebutuhan ASN secara nasional, persetujuan formasi tiap instansi, hingga pengumuman resmi melalui portal SSCASN. Sambil menunggu kepastian itu, pelamar sebaiknya mulai memastikan seluruh dokumen sudah sesuai ketentuan. 

Apalagi tahap Seleksi Administrasi merupakan gerbang awal yang sangat menentukan, karena setiap berkas akan diperiksa secara berlapis, mulai dari verifikatur hingga supervisor. Artinya, kesalahan sekecil apa pun bisa berujung pada status Tidak Memenuhi Syarat (TMS). 

Agar tidak mengalami hal itu, penting untuk memahami kesalahan berkas yang sering terjadi. Lantas, apa saja kesalahan berkas yang perlu dihindari agar tidak gugur di Seleksi Administrasi? Berikut empat kesalahan fatal yang perlu dihindari saat mendaftar CASN, dikutip dari akun Instagram @osdm_kemendikdasmen:

4 Kesalahan Fatal Berkas Saat Daftar CASN

1. Ijazah dan transkrip tidak sesuai

Kesalahan pertama yang perlu diperhatikan adalah berkas pendidikan, khususnya ijazah dan transkrip. Sejumlah pelamar kerap menggunakan ijazah yang tidak sesuai dengan nomenklatur formasi, misalnya memakai ijazah S-2 Manajemen untuk formasi S-1 Manajemen.

Padahal, kualifikasi pendidikan harus mengikuti nomenklatur yang tercantum dalam formasi. Kesalahan lainnya adalah memindai ijazah dan transkrip dari fotokopi legalisir, bukan dari dokumen fisik asli.

Pelamar juga tidak bisa sembarangan menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) apabila dokumen yang dipersyaratkan adalah ijazah asli. Selain itu, tanggal terbit ijazah tidak boleh melewati batas akhir pendaftaran karena pelamar harus sudah berstatus lulus secara resmi saat mendaftar.

Kualitas hasil scan perlu diperhatikan. Karena, resolusi yang rendah dapat membuat tulisan atau informasi penting dalam dokumen menjadi sulit terbaca. 

2. Salah membuat surat lamaran

Selain berkas pendidikan, surat lamaran juga perlu diperhatikan. Kesalahan yang kerap terjadi adalah melakukan copy-paste draf dari internet, tetapi lupa mengganti nama kementerian atau instansi yang dituju.

Pelamar harus mengikuti instruksi khusus dari instansi terkait format surat lamaran. Misalnya, jika diminta menulis tangan menggunakan tinta hitam. 

Jangan sampai yang diunggah justru surat lamaran hasil ketikan komputer. Pastikan juga dokumen tidak diunggah dalam keadaan kosong tanpa pembubuhan tanda tangan asli.
 

3. Keliru mengisi surat pernyataan

Setelah surat lamaran, berkas lain yang tidak kalah penting adalah surat pernyataan. Kesalahan fatal bisa terjadi ketika pelamar mengubah atau menghapus poin-poin komitmen yang sudah ditetapkan secara baku dalam format instansi.

Penggunaan meterai mesti dipahami. Jangan sampai pelamar menempelkan meterai yang sama persis dengan yang sudah digunakan pada dokumen lain.

Selain itu, penempatan tanda tangan tidak boleh sembarangan. Misalnya, tanda tangan tidak menyentuh meterai fisik atau justru merusak barcode validasi pada e-meterai.

4. KTP dan pasfoto bermasalah

Terakhir, kesalahan bisa terjadi pada berkas identitas, seperti KTP dan pasfoto. Untuk pasfoto, pelamar perlu memperhatikan ketentuan pakaian yang ditetapkan dan tidak menggunakan pakaian nonformal.

Selain itu, di semua jenis berkas di atas kesalahan yang paling sering berulang adalah hasil pindaian beresolusi rendah atau terpotong. Sehingga, informasi penting seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP menjadi tidak terbaca.

Karena itu, jangan sampai dokumen yang sebenarnya sudah lengkap justru bermasalah karena kualitas hasil pindai yang buruk. Sebelum mengeklik tombol "Akhiri Pendaftaran", pelamar wajib memeriksa kembali seluruh dokumen yang telah diunggah melalui fitur pratinjau (preview). 

Pastikan setiap file dapat dibuka dan seluruh informasi di dalamnya terbaca dengan jelas. Sebab apabila file rusak dan tidak dapat dibuka oleh verifikator, berkas otomatis akan berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS). 

Nah selagi menunggu jadwal pendaftaran CASN 2026, tidak ada salahnya memanfaatkan waktu untuk mengecek seluruh dokumen asli dan menyiapkan hasil pindainya. Dengan begitu, kamu tidak perlu terburu-buru mencari berkas ketika pendaftaran resmi dibuka.

Itulah empat kesalahan fatal berkas yang harus dihindari saat mendaftar CASN. Semoga membantu ya!

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan