Tak sedikit pelamar kebingungan saat menilis esai. Tak jarang pula banyak pelamar beasiswa yang gagal dalam tahap ini.
Nah, kamu pasti bingung kenapa merasa sulit atau esai beasiswamu selalu ditolak saat seleksi beasiswa. Melansir unggahan instagtam @kemdiktisaintek.ri, kamu perlu memperhatikan sejumlah hal saat menulis esai untuk menembus beasiswa.
"Ternyata, reviewer tidak hanya mencari daftar pencapaian. Mereka ingin melihat gagasan, solusi, dampak, dan bagaimana kontribusimu untuk Indonesia ke depan," tulis unggahan instagram @kemdiktisaintek.ri dikutip Kamis 11 Juni 2026.
| Baca juga:
|
Menulis esai pun tidak bisa sembarangan. Terdapat rumus tertentu agar esaimu tidak ditolak penyedia beasiswa! Yuk simak rumus menulis esai berikut ini:
Rumus Menulis Esai untuk Tembus Beasiswa
Apa yang diinginkan reviewer?
Pelamar seringkali menulis esai seperti CV (hanya menonjolkan prestasi). Padahal reviewer mencari dampak, visi, dan solusi yang kamu tawarkan untuk Indonesia.Angkat isu nyata yang butuh solusi
- Hindari membuka esai dengan biodata panjang seperti nama, asal sekolah, atau daftar pencapaian kamu yang sudah ada di CV.
- Hubungkan masalah dengan rencana studimu.
- Jelaskan mata kuliah atau riset spesifik di kampus tujuan yang bisa menyelesaikan masalah tersebut.
Tunjukkan Kamu Mampu
- Ceritakan pengalaman organisasi, proyek riset, atau track record yang telah kamu capai.
- Tunjukkan bukti bahwa kamu punya kapasitas untuk mengeksekusi solusi tersebut.
Give Back to Indonesia
Jelaskan rencana konkret setelah lulus. Misalnya, tidak cukup menulis: "Saya ingin jadi dosen". Tapi kamu bisa tulis: "Saya akan kembali ke institusi X untuk mengembangkan laboratorium sensor murah bagi petani lokal."Gunakan alur cerita yang mengalir
- Masalah: Apa keresahan atau masalah yang kamu lihat di lapangan?
- Solusi: Apa yang sedang kamu pelajari di bangku kuliah untuk mengatasi masalah yang terkait?
- Dampak: Apa rencana konkret yang akan kamu lakukan untuk masyarakat setelah beasiswa ini selesai?
Cross Check Sebelum Submit
- Lolos uji plagiarisme
- Bebas dari salah ketik (typo)
- Minta proofread ke dosen atau alumni beasiswa
| Baca juga: Kemenag Gelar Ujian CBT Beasiswa Maroko 2026, Catat Tanggal Pengumuman dan Wawancaranya |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda