Suasana kampus di Massey University.
Suasana kampus di Massey University.

Rahasia Raih Nilai Tinggi Saat TOEFL dan IELTS

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 10 Juni 2019 11:00
Jakarta: Salah satu syarat terpenting untuk bisa lulus perguruan tinggi di luar negeri, terutama negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama adalah nilai skor TOEFL/IELTS yang tinggi dan sesuai dengan standar perguruan tinggi di tempat kamu mendaftar.
 
Dilansir dari ehef.id, ada empat jenis tes yang akan diujikan baik di ujian TOEFL maupun IELTS. Di antaranya adalah listening, reading, writing dan speaking.
 
1. Reading Test

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kunci utama tes reading adalah menggunakan waktu se-efisien mungkin. Sebab kamu akan berhadapan dengan teks bacaan yang panjang. Jika kamu menggunakan waktumu untuk membaca keseluruhan teks maka kamu akan menghabiskan waktumu untuk melanjutkan ke pertanyaan-pertanyaan selanjutnya.
 
Baca:Lima Alasan Menarik Kuliah di Massey University
 
Dalam tes ini, ada beberapa tips khusus untuk menghemat waktumu dalam ujian reading namun kamu juga akan tetap bisa mengerjakan soal dengan baik.
 
Fokus pada pertanyaan
 
Hal yang perlu kamu ingat adalah prioritaskan pertanyaan-pertanyaan yang ada di soal dari pada kamu membaca keseluruhan teks. Supaya kamu akan bisa mencari tau informasi yang perlu kamu cari ketika kamu membaca teks bacaannya. Ketika kamu menemukan jawaban, kamu bisa langsung menjawab pertanyaan yang telah kamu baca di awal.
 
Dengan begitu kamu akan menggunakan waktu dengan lebih efisien dalam menjawab soal tes reading.
 
Jangan panik dengan kosakata asing
 
Perlu diingat bahwa kosakata asing tersebut barangkali jebakan. Sehingga strategi pertama kamu harus mengabaikan kata asing tersebut selama kamu masih memahami keseluruhan kalimat.
 
Since she retired from her job, she has developed new xxx. For example, she enjoys internet, going to the cinema and gardering. (Kata asing ditandai dengan xxx).
 
Baca:Mau Kuliah di Jerman? Kenali dulu Biaya Hingga Studienkolleg
 
Selanjutnya, kamu harus menebak kosakata asing tersebut. Jika dilihat dari contoh di atas, kata xxx pada kata yang artinya mirip dengan ‘hobi’ atau ‘aktivitas'.
 
Jangan stuck di satu soal terlalu lama
 
Jika trik di atas tidak berhasil maka kamu harus lanjut ke soal berikutnya. Kamu harus ingat, jangan buang waktumu untuk pertanyaan yang tidak kamu ketahui jawabannya. Bisa jadi soal selanjutnya kamu bisa menjawab dengan mudah.
 
2. Writing Test
 
Biasanya dalam ujian TOEFL/IELTS Task 1 kamu akan dihadapkan pada sebuah grafik di mana kamu akan diminta untuk mendeskripsikan, menyimpulkan, atau menjelaskan informasi yang ada dengan menggunakan kalimatmu sendiri. Tes ini melibatkan deskripsi data, penjelasan tahapan dari suatu proses kerja dan penjelasan terhadap suatu objek.
 
Dalam Task 2 kamu akan diminta untuk menulis esai. Esai ini bisa mengenai suatu permasalahan dari sudut pandangmu. Dalam tes ini kamu diharapkan bisa membuat argumen-argumen yang menarik namun dengan kalimat yang mudah dimengerti.
 
Tips agar kamu bisa merangkai kalimat dengan baik dalam waktu yang diberikan satu jam. Pertama kamu harus mengamati baik-baik grafik yang diberikan soal.
 
Kamu bisa memulai dengan menulis kalimat dengan kata-kata seperti: This chart explains…, The information in chart illustrates.., The graph compares.., etc. Setelah kamu selesai membuat kata pengantar, isi grafik dan kamu harus menutup pernyataanmu dengan kesimpulan yang jelas, padat dan tidak bertele-tele.
 
Selanjutnya dalam membuat esai di Task 2 yang perlu kamu kembangkan adalah perbendaharaan katamu (vocabulary). Perlu diingat, semakin luas vocabulary-mu, maka akan semakin tinggi nilai yang akan kamu dapatkan.
 
Meski begitu, vocabulary bukanlah satu-satunya hal yang penting. Ada hal lain yang tak kalah penting, yaitu kamu harus memastikan setiap kata yang kamu tulis penting. Hindari penulisan yang terlalu panjang. Contoh dari pada menulis ‘at this moment in time’ lebih baik kamu cukup menulis ‘now’.
 
Pastikan esai yang kamu buat terstruktur dengan baik mulai dari introduction, body, dan conclusion. Introduction tidak boleh terlalu panjang dan kesimpulan harus bisa menjelaskan sudut pandangmu secara keseluruhan.
 
Secara keseluruhan tes writing untuk ujian IELTS akan ditempuh dalam waktu 60 menit. Sedangkan untuk TOEFL akan ditempuh dalam waktu 50 menit. Maka dari itu, disarankan kamu bisa menyelesaikan task 1 dalam waktu 15 hingga 20 menit. dan task 2 dalam 35 hingga 40 menit.
 
Jangan menghabiskan waktu terlalu lama di Task 1 karena Task 2 memerlukan penjabaran yang lebih rumit dibandingkan dengan Task 1.
 
3. Listening Test
 
Hati-hati terhadap kata-kata yang mengandung distractors
 
Dalam tes ini kamu akan menemui suara percakapan dari berbagai aksen. Kadang dialog yang diberikan juga menipu sehingga kamu harus betul-betul membiasakan telinga untuk mendengarkan kata-kata berbahasa Inggris.
 
Pentingnya sinonim
 
Mungkin saja dalam satu dialog kamu secara tidak langsung tidak akan mendengarkan jawaban dari pertanyaanmu. Jika benar, maka kamu akan diminta untuk menganalisis soal dan memikirkan sinonim dari jawaban tersebut.
 
Contoh dalam kemampuan bermain bola pada level middling. Namun pilihan di soal adalah: beginner, average, good, dan league.
 
Maka dari itu penting bagi kamu untuk memahami keseluruhan dialog sehingga kamu bisa menganalisis jawaban apa yang paling tepat untuk soal yang diberikan.
 
4. Speaking Test
 
Kamu akan ditanya banyak hal, di antaranya melingkupi tiga hal. Pertama kamu akan ditanya seputar aspek kehidupanmu. Seperti hobi, tempat tinggal dan pekerjaanmu.
 
Setelahnya kamu akan ditanya mengenai hubunganmu dengan salah satu orang terdekatmu. Terakhir kamu akan ditanyai mengenai suatu topik yang sedang hangat pada saat ini.
 
Tipsnya kamu harus bisa mengembangkan jawabanmu sehingga menarik untuk disampaikan. Semisal kamu ditanya Where do you live? kamu bisa saja menjawab I live In Jakarta tetapi jawaban tersebut terlalu singkat dan tidak mengesankan.
 
Berbanding dengan kamu menjawab seperti ini I’m currently live in Jakarta with my parents. I’ve been living here since I was born. The location is not too far from the business area, around 15 minutes to reach….,’. Jawaban ini terasa lebih menarik dan berisi bukan?.
 
Selanjutnya kamu tidak boleh melupakan grammar. Sebab grammar memiliki nilai sebesar 25 persen dari ujian speaking. Grammar nantinya akan menjadi tantangan tersendiri dalam ujian speaking karena seringkali kita lupa untuk menempatkan grammar yang tepat ketika kita berbicara.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif