Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Dosen Peternakan UMM Beberkan Cara Atasi PMK pada Hewan Ternak

Daviq Umar Al Faruq • 23 Mei 2022 21:36
Malang:  Baru-baru ini Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi kembali menyebar di Indonesia. Dosen peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S., menjelaskan PMK merupakan penyakit akut dan sangat menular pada sapi, kerbau, babi, kambing, domba dan hewan berkuku genap lainnya. 
 
Lili berharap pemerintah bisa segera melakukan vaksinasi kepada hewan ternak sehat sebelum Iduladha. Begitupun dengan upaya pelarangan pemindahan hewan ternak agar penyebaran virus bisa ditekan dan dikendalikan.
 
Ia juga mengimbau agar tempat penjualan ternak kurban bisa lebih dirapikan. Jarak antarternak bisa lebih dijauhkan untuk menekan angka penularan. Selain itu juga pengawasan hewan ternak di aspek kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Usaha-usaha ini seyogyanya memang harus diawasi oleh Dinas peternakan setempat. Tidak hanya dilakukan seadanya, tapi harus dilaksanakan secara serius agar penyakit ini bisa kembali pergi dari Indonesia. Semoga vaksinasi dapat diselesaikan Iduladha sehingga hewan kurban benar-benar sehat sebelum idul adha tiba,” terangnya, Senin, 23 Mei 2022.
 
Lili mengatakan, penyakit ini menyebabkan lepuh dan erosi pada selaput lendir mulut sehingga sapi tidak mau makan, akibatnya sapi kekurangan gizi dan terjadi penurunan bobot badan dan produksi susu. "Selain itu PMK bisa menyebabkan terjadinya lepuh dan erosi pada jaringan di antara kuku sehingga ternak malas berdiri. Selain itu PMK bisa juga menyerang kelenjar susu," katanya. 
 
Ia menjelaskan bahwa ada beberapa faktor PMK ini muncul dan menyebar kembali di Indonesia. Pertama, kurangnya pengawasan dalam impor hewan ternak dari negara yang belum bebas PMK.
 
"Selain itu, kondisi kandang yang kurang bersih dan terawat serta kurangnya pengawasan transportasi ternak sapi antarwilayah juga menyebabkan percepatan menyebarnya penyakit ini," ujarnya.
 
Ia menerangkan, sejak 1990, Indonesia sudah bebas PMK. Namun, penyakit ini kembali muncul pada tahun ini 2022. PMK ini bisa menular kepada sesama hewan ternak melalui kontak langsung antarhewan melalui droplet, leleran air liur, sisa pakan dari ternak sakit dan bahkan lewat udara. 
 
Sementara itu, penularan tidak langsung bisa melalui pakaian dan kendaraan pegawai peternakan serta peralatan kandang.  “Hewan-hewan sakit merupakan sumber penularan.Tetapi sisi positifnya, virus ini tidak dapat menular pada manusia,” tambahnya.
 
Ia menjelaskan, bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menyembuhkan PMK. Diawali dengan pemberian vitamin untuk menjaga kekebalan tubuh sapi. Juga menjaga sanitasi di peternakan. 
 
Selain itu perlu adanya penyemprotan desinfektan di kandang dan isolasi sapi yang sakit. Begitupun dengan vaksinasi, mengingat PMK ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus.
 
Upaya vaksinasi menyeluruh dan merata menjadi salah satu solusi yang bisa dilakukan di seluruh Indonesia.  “Sapi yang terinfeksi PMK akan merasa kesakitan ketika makan, oleh karenanya pemberian antiradang dan penghilang rasa sakit bisa diberikan agar sapi dapat makan. Selain itu pemberian antibakteri seperti sulfadimidine juga bisa menjadi pilihan. Nah, hal yang tidak kalah penting adalah sapi yang sakit harus diisolasi agar tidak menular ke ternak lainnya. Kemudian harus ekstra diperhatikan agar cepat sembuh dari PMK," ujarnya. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif