DIANi FIA UI. Foto: Humas UI.
DIANi FIA UI. Foto: Humas UI.

3 Kunci Sukses Berbisnis Kopi agar Bertahan di Pasar

Pendidikan Wirausaha Tips Pendidikan Universitas Indonesia
Arga sumantri • 07 Januari 2022 10:15
Depok: Andi Isvandiar Muluk dari organisasi Pemberdayaan Masyarakat Sanama menyebut ada tiga kunci sukses jika ingin usaha kopi maju dan bertahan. Ketiga kunci tersebut yakni menjadi spesialis, bergerak secara dinamis, dan selalu adaptif.
 
"Ini adalah keyword. Ketiga hal ini harus diwujudkan dengan kolaborasi bersama," ujar Andi saat menjadi pembicara Departemen Ilmu Administrasi Niaga (DIANi) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI).
 
Ia menyampaikan hal itu di hadapan komunitas kelompok tani kopi di Megamendung. Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Megamendung M. Yusuf Solihatul Munawar menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Andi konsultan bisnis dan pakar di bidang Food and Beverage Kopi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya berharap, melalui kerja sama ini, dapat membantu penguatan kapasitas petani kami dan diharapkan kolaborasi ini dapat berkelanjutan," kata Yusuf.
 
BUMDes berfungsi melakukan kegiatan usaha ekonomi melalui pengelolaan usaha. Selain itu, pengembangan investasi dan produktivitas perekonomian serta potensi desa. 
 
Salah satu BUMDes di Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, adalah Bumdes Megamendung Jaya yang memiliki potensi agrowisata dalam bentuk kebun kopi. Ia juga memiliki potensi UMKM yang mumpuni.
 
Baca: SNMPTN 2022: Memilih Jurusan Kuliah Sesuai dengan Kepribadian MBTI
 
Dalam memasarkan produk, melakukan pemberdayaan, serta memberikan pelatihan-pelatihan, Bumdes Megamendung Jaya merangkul kelompok tani dan pelaku UMKM. Ada empat kelompok tani yang merupakan pemasok utama kopi Megamendung yang dimiliki BumDes.
 
DIANi FIA UI menilai aset Bumdes Megamendung Jaya tersebut dapat menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari kopi yang dihasilkan diperlukan penguatan kapasitas kelompok tani di bidang produksi. 
 
Berangkat dari latar belakang tersebut, DIANi FIA UI menginisiasi kegiatan penguatan kelompok tani di Desa Megamendung melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas).
 
"Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, bukan hanya untuk dosen, tetapi juga untuk mahasiswa dalam menumbuhkan kepekaan sosial terhadap masyarakat," ujar perwakilan DIANi FIA UI Eva Andayani.
 
Ia menyebut, bisnis berhasil apabila memenuhi dua karakteristik. Yang pertama adalah narasi. BUMDes Megamendung harus dapat membuat cerita-cerita Megamendung di sosial media yang menarik publik. 
 
"Yang kedua adalah number. BUMDes Megamendung harus menghasilkan hal dengan angka kuantitatif yang luar biasa, seperti jumlah kopi yang terjual. Keduanya merupakan inti dan hal yang penting," kata Eva.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif