Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Fresh Graduate, Simak 3 Tips Ini Jika Ingin Bekerja di Perusahaan Unicorn

Pendidikan pendidikan startup Tips Pendidikan Unicorn Kampus Merdeka
Citra Larasati • 24 Oktober 2021 16:47
Jakarta:  Lulus dari perguruan tinggi dan menyandang status sebagai fresh graduate sering kali membuat Sobat Medcom ragu untuk masuk ke perusahaan-perusahaan sekelas Unicorn.  Sudah dipastikan tidak ada jalan pintas untuk menuju ke sana, namun tentu saja bukan hal yang mustahil untuk ditempuh.
 
Perusahaan Unicorn kini tidak asing lagi di Tanah Air, sering disebut di dalam dunia startup atau perusahaan rintisan.  Perusahaan Unicorn adalah sebutan bagi perusahaan besar dengan nilai valuasi mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp140 triliun.  Istilah ini pertama kali digunakan oleh seorang kapitalis ventura asal Amerika bernama Aileen Lee pada 2013.
 
Valuasi startup merupakan nilai ekonomi dari bisnis yang digeluti suatu perusahaan rintisan.  Valuasi biasanya dijadikan acuan untuk mengukur seberapa besar potensi bisnis perusahaan.  Sebagai fresh graduate, bekerja menjadi engineer di perusahaan Unicorn menjadi salah satu job dreams bagi generasi muda saat ini. 

Berikut 3 tips jika fresh graduate ingin menembus kerja di perusahaan Unicorn dikutip dari akun Instagram @ditjen.dikti:

Tips #1

Aktif dan Tumbuh dalam Komunitas.  Berkomunitas itu penting, sebab akan membuat kita jadi semakin memacu diri untuk membuat progres setiap hari.

Tips #2

Kuasai Base Knowledge di bidang keahlian.  Kuasai benar-benar pengetahuan dasar yang dibutuhkan untuk profesi IT Engineer impianmu.  Pengetahuan dasar di bidang cloud computing, seperti linux, networking, coding dan lainnya.  Sebagian besar di antaranya ada di program Bangkit Kemendikbuidristek.  Lengkap dari level dasar, sampai kita siap mengambil sertifikasi Google ACE.

Tips #3

Ukur kemampuan diri lewat sertifikasi global.  Setelah belajar, pastikan ukur sudah sejauh mana kemampuan dirimu.  Salah satu caranya, cari pelatihan bersertifikat global. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di Bangkit, kita bisa mendapat kesempatan sertifikasi Associate Cloud Engineer.  Di Bangkit juga, kita bisa belajar studi kasus yang sering keluar di ujian dan tentunya belajar langsung dari pakar industri.
 
Baca juga:  Prospek Karier Cerah, Prasetiya Mulya Buka Prodi S1 Financial Technology
 
Untuk diketahui, program Bangkit 2021 merupakan kolaborasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek dengan Google, Gojek, Traveloka, dan Tokopedia. Hingga saat ini, program Bangkit telah meluluskan sebanyak 2.250 mahasiswa yang sekaligus merupakan bagian dari Kampus Merdeka.
 
Berkat kemitraan bersama 15 mitra universitas, program Bangkit menerima lebih dari 40 ribu pendaftaran dari 3.000 lokasi. Dari 5.000 mahasiswa pendaftar yang dipertimbangkan memenuhi kriteria seleksi, sebanyak 3.000 mahasiswa terpilih untuk mengikuti Bangkit 2021.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif