Rektor ITS, Mochamad Ashari.  Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Rektor ITS, Mochamad Ashari. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

ITS: Mahasiswa Harus Cuti Saat Magang, Itu Kuno

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Kampus Merdeka
Antara • 12 Februari 2020 18:51
Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membagikan resep dalam mendukung program magang yang ditempuh mahasiswanya dengankerja di lapangan secara langsung. Salah satu program magang yang berjalan di ITS adalah Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) yang digagas Forum Human Capital Indonesia (FHCI).
 
"Kami mempermudah prosedur pengajuan magang, mahasiswa tidak perlu mengajukan cuti karena mereka bisa mengajukan SKS," kata Rektor ITS, Mochamad Ashari dalam Talk Show PMMB di Assembly Hall Mandiri Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Menurut Ashari, pengambilan cuti kuliah karena mahasiswa melakukan magang merupakan tradisi kuno yang harus ditinggalkan. Sebagai langkah mendukung perkuliahan, mahasiswa yang mengajukan magang maka ITS menyediakan kuliah daring yang dapat diakses oleh mahasiswa pada saat perkuliahan disiarkan secara langsung (live streaming) ataupun
mengambil bahan perkuliahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jurus lain yang digunakan ITS untuk mendukung program magang adalahdengan menyetarakan porsi mata kuliah dengan program magang. "Kami juga tetap menjaga body of knowledge,agar tetap sesuai standar, kita sesuaikan target-target pencapaian, misalnya teknik
elektro harus mendapatkan pendidikan dasar atau tentang science sekian persen dari magangnya," kata Ashari.
 
ITS yang juga pernah mendapatkan penghargaan dari FHCI sebagai kontributor terbaik dalam PMMB 2019 ini mengaku, pihaknya akan terus mendukung program magang. Menurut Ashari, magang dapat membantu mahasiswanya memperkaya pengalaman sebelum bekerja.
 
"Bagi perusahaan yang mengadakan magang ataupun riset inovasi mereka mendapatkan insentif dari negara, maka itu kita mendukung program magang. Magang juga menarik diikuti mahasiswa karena dapat pengalaman, sambil melamar kerja," kata Ashari.
 
Program magang bersertifikat yang digagas oleh FHCI sebagai forum yang dibentuk para pengurus Sumber Daya Manusia di perusahaan-perusahaan BUMN sejak 2018 ini sudah menerima 16.500 mahasiswa program magang bersertifikat.
 
Pada periode 2020 sebanyak 4.508 mahasiswa dari 300 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta mengikuti magang di 143 BUMN yang tergabung dalam FHCI.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif