Menghemat Uang Bulanan Ala Mahasiswa Kota Gudeg
Angkringan Yogyakarta, Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Yogyakarta: Menjadi mahasiswa baru, dan hidup mandiri di sebuah kota pelajar seperti Yogyakarta, ternyata belum tentu seindah apa yang dibayangkan saat berada di bangku SMA.  Rasa gagah bisa mengelola sendiri uang saku bulanan dari orangtua, bisa berubah menjadi "bencana", hanya karena boros dan kiriman orangtua sudah habis di pertengahan bulan.

Terlebih lagi bagi mahasiswa perantau, tidak semua mendapat uang saku yang jumlahnya ideal.  Di kota Yogyakarta, tidak sedikit mahasiswa yang justru berkantong pas-pasan.


Meski Yogyakarta termasuk kota pelajar yang memiliki biaya hidup relatif murah, namun jika tidak pandai berhemat, tetap saja uang bulanan berpotensi tidak mencukupi hingga akhir bulan. Mengingat kebutuhan saat menjadi mahasiswa tidak hanya indekos, dan makan saja, namun tuntutan mengerjakan tugas kuliah seringkali mengharuskan mahasiswa merogoh kantong dalam-dalam untuk sekadar fotocopy, nge-printbahan tugas, dan lainnya. 

Belum lagi godaan teman untuk hang outdi kafe-kafe yang sekarang banyak menjamur di kota gudeg itu membutuhkan cara menghemat uang saku yang super ketat.

Berikut tips dan panduan berhemat bagi mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta, dari salah satu alumnus mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rizal Setyo. Mulai dari cara memilih tempat tinggal dan lokasi makan yang terjangkau.

1.  NgontrakRumah Bareng, Alternatif Menghemat Anggaran Tempat Tinggal

Menurut Rizal, tempat indekos yang mahal cukup banyak. Tapi, bagi yang ingin berhemat, ada baiknya menyewa rumah atau biasa disebutkontrakan yang bisa dipakai berkelompok. Ia mengaku tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Jalan Kolombo atau selatan UNY dengan harga hanya Rp 9,5 juta per tahun. Nilai tersebut dibagi dengan empat temannya yang menempati kontrakan itu.  Masing-masing anak hanya menanggung sekitar Rp 2.375.000 untuk satu tahun.

Sebelum tinggal di sana, harus dilakukan survei kontrakan terlebih dahulu. Yakni untuk membandingkan harga, jarak ke kampus di sejumlah calon kontrakan. Dengan bantuan informasi dari teman-teman biasanya proses mencari kontrakan akan cepat terselesaikan.

2.   Berbagi kamar indekos

Berbagi satu kamar untuk dua orang memang dapat menghemat anggaran untuk tempat tinggal bagi mahasiswa yang tidak begitu bermasalah dengan urusan privasi.  Mahasiswa juga harus mencari indekos yang pemiliknya mengizinkan kamarnya disewakan untuk berdua.  Selain itu, sebelum memilih cara ini, mahasiswa harus benar-benar memilih room mateyang dapat dipercaya agar tidak menimbulkan masalah di kemudiam hari.

3.  Jalur transportasi hemat menuju kampus

Pilih lokasi kontrakan atau indekos yang strategis.  Strategis artinya dapat ditempuh dengan jalan kaki atau dekat dengan jalur angkutan kota yang cukup sekali naik bisa sampai ke kampus.  Alternatif lain tentu saja bisa menumpang kendaraan pribadi (motor atau mobil) teman yang searah ke kampus. Dengan memilih lokasi tempat tinggal yang strategis, tentu saja dapat menghemat anggaran yang harus dikeluarkan untuk transportasi.

4.  Hemat uang makan, agar tak selalu harus makan di angkringan

Memilih makan di angkringan memang menjadi alternatif menghemat makanan yang lazim dilakukan mahasiswa di Yogyakarta.  Selain mudah ditemui di setiap gang, angkringan juga menawarkan menu dengan harga yang sangat terjangkau namun tetap mengenyangkan.

Harga menu di angkringan biasanya berkisar dari Rp 500 untuk aneka gorangan, Rp 1.500 untuk satu bungkus nasi kucing, dan aneka lauk yang disajikan dalam tusukan sate dibandrol Rp 1.500 per tusuk.  Membeli minuman di angkringan juga sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 1.500 - Rp 2.000 per gelas es teh atau es jeruk.

Namun ada kalanya mahasiswa bosan jika harus menyantap menu angkringan setiap hari.  Maka bisa diantisipasi dengan memasak nasi sendiri di kos, bisa masak sendiri atau patungan bersama teman-teman.  Ketika nasi sudah ada, maka yang perlu dilakukan hanya membeli sayur dan lauk pauk untuk dimakan sendiri atau bersama teman. 

Selain angkringan, tempat makan hemat yang juga akrab di kalangan mahasiswa adalah warung burjo (bubur kacang hijau). Selain bubur kacang hijau, warung Burjo biasanya juga menyediakan menu utama mi instant, dan belakangan juga mulai menjual nasi dengan lauk sederhana seperti telur dadar atau ceplok.  Untuk yang terakhir, satu piring nasi dan telor dihargai Rp 6.000 saja.

5.  Rajin ikut seminar dan diskusi di kampus

Cara lain yang biasa ditempuh mahasiswa, terutama saat menjelang akhir bulan adalah hadir ke acara-acara seminar atau diskusi yang banyak digelar kampus. Ternyata selain bisa menambah ilmu, cara ini juga dapat menghemat anggaran untuk makan,  Setidaknya dengan menjadi peserta seminar, mahasiswa akan mendapat makanan ringan (snack), atau jika beruntung bisa pulang kenyang dengan makanan berat seperti nasi kotak.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id