Pemaparan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Siska Wiramihardja. Foto: Dok Humas Unpad.
Pemaparan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Siska Wiramihardja. Foto: Dok Humas Unpad.

Dosen Unpad Beri Tips Atasi Dampak Kehidupan Hybrid Akibat Pandemi

Pendidikan hybrid Unpad pandemi covid-19
Arga sumantri • 26 Agustus 2021 14:48
Bandung: Pandemi covid-19 membuat mayoritas masyarakat akrab dengan kehidupan hybrid. Meski dinilai memiliki banyak manfaat untuk mencegah penularan covid-19, masyarakat juga perlu waspada agar kehidupan hybrid tidak berdampak negatif pada kesehatan.
 
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Siska Wiramihardja mengatakan bahwa gaya hidup sehat sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan hybrid. Hal ini bertujuan untuk mencegah berbagai dampak negatif, seperti zoom fatigue dan obesitas.
 
"Gaya hidup sehat di era hybrid ini telah menjadi keniscayaan," kata Siska mengutip siaran pers Unpad, Kamis, 26 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Siska menyebut dalam menjalani kehidupan hybrid, seseorang biasanya kurang beraktivitas fisik, sehingga dapat meningkatkan berat badan. Banyak orang yang bekerja sambil duduk bahkan rebahan, ditambah kudapan yang kurang sehat. Gaya hidup tidak sehat ini dapat berdampak pada peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT).
 
"Pandemi covid-19 ini meningkatkan kasus obesitas," kata Siska.
 
Baca: Akademisi IPB Bagikan Tips agar Tak Terpapar Hoaks
 
Siska menjelaskan obesitas dapat meningkatkan risiko kesehatan, salah satunya risiko infeksi covid-19. Jika terpapar infeksi covid-19, orang dengan obesitas berisiko memiliki gejala yang lebih parah dibandingkan mereka yang memiliki IMT normal.
 
Siska mengatakan bahwa sangat penting untuk mencapai berat badan ideal. "Bagaimana caranya? Tentu adalah dengan menjalankan gaya hidup sehat, dengan mengatur pola makan yang tepat dan meningkatkan aktivitas fisik," ujarnya.
 
Dampak kesehatan lain dari kehidupan hybrid adalah potensi zoom fatigue, atau kondisi kelelahan akibat aktivitas rapat dan bekerja secara daring. Menurut Siska, penyebab zoom fatigue antara lain karena menatap layar telalu intens, terjebak pada konsentrasi tinggi, melihat diri sendiri secara konsisten, mobilitas fisik berkurang, dan lingkungan yang kurang kondusif.
 
Guna terus menjaga keseimbangan bekerja di era hybrid ini, Siska menyarankan untuk dapat mengatur jadwal rapat atau menggunakan alternatif lain dalam menjalani aktivitas. Selain itu, ia juga menyarankan untuk tetap menjaga kesehatan mata.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif