Ilustrasi tidur. Pexel
Ilustrasi tidur. Pexel

Terbiasa Ngorok? Wasdapa Gejala Apnea Tidur Obstruktif

Renatha Swasty • 11 Mei 2022 09:20
Jakarta: Mendengkur saat tidur bisa dialami oleh siapa saja. Kebiasaan mendengkur tak selalu diartikan tidak normal.
 
Namun, waspada kebiasaan mendengkur tidak normal. Sebab, bisa jadi penyakit.
 
Dokter Klinik Pusat Layanan Kesehatan Universitas Airlangga (PLK Unair) Elfrida Fausthina Lani menjelaskan mendengkur disebabkan menyempitnya saluran napas. Mendengkur dibagi menjadi dua, yakni normal, ketika seseorang sangat kelelahan atau menderita penyakit ringan yang apabila lelah atau penyakitnya sembuh, kebiasaan mendengkur akan hilang, serta mendengkur tidak normal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Bagaimana ngorok itu yang tidak normal? Itu adalah ketika seseorang itu mengorok tapi dia mempunyai kondisi tidur yang cukup, sekitar 6-8 jam, tapi ketika bangun, rasanya masih ngantuk, tidak fresh. Ketika siang, itu masih ngantuk berat,” kata Elfrida dikutip dari laman unair.ac.id, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Elfrida menyebut keabnormalan itu disebut dengan gangguan apnea tidur obstruktif atau obstructive sleep apnea (OSA). Hal itu terjadi saat terbangun beberapa kali saat tidur karena terhenti napasnya selama kurang lebih 10 detik.
 
"Otomatis otak akan merangsang untuk kita itu harus bernapas, akhirnya (terbangun dengan) kayak terkejut,” tutur dia.
 
Elfrida menuturkan gangguan apnea tidur obstruktif tidak hanya dialami orang-orang berumur. Sebab, penyempitan saluran napas tidak memandang usia.
 
“Penyempitannya ini banyak sebabnya, misal seperti karena otot yang melemah ketika tidur atau ada gangguan pada sarafnya,” papar dia.
 
Dia mewanti-wanti masyarakat tidak menyepelekan kebiasaan mengorok berkelanjutan. Sebab, hal itu memengaruhi kualitas hidup seseorang dan dapat menimbulkan penyakit komplikasi.
 
Elfrida mengatakan sebagai dampak dari menurunnya asupan oksigen ke otak bisa terjadi komplikasi. Seperti gangguan stroke, gangguan metabolisme, dan masih banyak lagi.
 
Dia membagikan tips untuk mencegah gangguan apnea tidur obstruktif. Pertama, jaga berat badan agar tidak obesitas.
 
"Kedua, olahraga, ketiga, hindari merokok, minum-minuman alkohol, makan-makanan juga harus dipilih juga, tidak sembarangan, tidak sering makan makanan yang hanya daging-dagingan saja, diimbangi juga dengan buah dan sayur,” tutur dia.
 
Baca: Serangan Jantung Bisa Menyebabkan Kematian Mendadak pada Sleep Apnea
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif