Ilustrasi anak yatim piatu. Foto: MI
Ilustrasi anak yatim piatu. Foto: MI

Lewat Aplikasi, Donasi Duafa Bisa Dilacak dan Tepat Sasaran

Pendidikan inovasi Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian IPB
Citra Larasati • 06 Mei 2021 08:49
Jakarta:  Ramadan merupakan momentum bagi umat muslim untuk berlomba-lomba melakukan ibadah dan beramal soleh.  Sebab di bulan suci ini Allah SWT memberikan pahala berlimpah bagi setiap muslimin yang melaksanakan ibadah dengan bersungguh-sungguh.
 
Setiap tahunnya, Institut Pertanian Bogor (IPB) selalu melaksanakan santunan anak yatim dan duafa yang berada di wilayah desa/kelurahan lingkar kampus dan juga dari kalangan anak pegawai kampus. Demi memberikan kepastian bahwa donasi yang diberikan tepat sasaran, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University membuat aplikasi digital khusus untuk memfasilitasi pengumpulan donasi bagi santunan yatim/duafa ini.
 
Wakil Kepala LPPM IPB University bidang Pengabdian Masyarakat, Sofyan Syaf menyampaikan bahwa aplikasi ini dibuat dari adanya permasalahan ditemukannya donasi yang tidak sampai kepada subjek sasaran. Dan jarang para donatur mengetahui dengan pasti, ke individu siapa donasi (infak/sedekah/zakat) tersebut diterima.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aplikasi yang diberi nama #IPBpeduli ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa donasi dari para donatur diterima dengan pasti kepada subjek yang layak menerima. Aplikasi #IPBpeduli ini memiliki sejumlah keunggulan.
 
Baca juga:  Pakar IPB: Bungkil Kedelai Potensial Jadi Pakan Ternak
 
Yakni subjek penerima donasi teridentifikasi secara presisi. Artinya, anak yatim teridentifikasi dengan pasti tempat tinggalnya, jenis kelaminnya, orang tua (ibu), dan lain-lain. Selain itu, menjaga trust para donatur dengan memastikan donasi disalurkan tepat sasaran.
 
Nanti ada notifikasi ke para donatur jika donasinya sudah diterima oleh anak yatim. Keunggulan lainnya, kita tidak perlu memobilisasi anak-anak yatim ke satu tempat yang tentunya membutuhkan biaya mobilitas. "Anak yatim/duafa harus kita muliakan,” terangnya.
 
Lebih lanjut ia menyampaikan aplikasi ini menyajikan data base profiling para penerima donasi (anak yatim) berupa umur, jenis kelamin, alamat orang tua/ibu, koordinat tempat tinggal dan lain lain. Data Base ini sudah diverifikasi dan divalidasi oleh LPPM dan aparat desa.
 
Para anak yatim ini diberikan QRcode, sehingga saat pemberian santunan tepat sasaran melalui identifikasi di aplikasi.  Ke depan bisa saja setiap anak yatim akan punya rekening atau sejenisnya.
 
Bahkan bisa jadi ke depan terjadi kontak via aplikasi antara donatur dan anak yatim. Sehingga para donatur bisa membantu anak yatim sepanjang waktu dan kapanpun, tidak  hanya di hari raya.
 
Setelah santunan diterima, bukti penyerahan santunan akan terkirim ke akun para donatur. "Kita berharap anak-anak yatim/duafa ini bisa tersenyum dan terlepas dari kemiskinan. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk semua orang yang mau beramal,” jelasnya.
 
Sofyan berharap aplikasi ini sebagai pintu masuk untuk membuka kesempatan keberlanjutan beramalnya para donatur. Aplikasi ini juga akan terus dikembangkan agar lebih banyak lagi para donatur yang terlibat untuk membantu anak yatim/duafa.
 
Kegiatan santunan yatim/duafa IPB University akan digelar pada 11 Mei mendatang. Saat ini tengah berlangsung pengumpulan dana santunan dari kalangan warga IPB University. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif