Aplikasi Maja buatan mahasiswa Universitas Indonesia. DOK Universitas Indonesia
Aplikasi Maja buatan mahasiswa Universitas Indonesia. DOK Universitas Indonesia

Maja, Aplikasi Inovasi Mahasiswa UI untuk Jawab Bunyi Sumbang Soal Nuklir

Renatha Swasty • 28 September 2022 14:10
Jakarta: Peningkatan emisi gas rumah kaca disebabkan beberapa hal, antara lain penggunaan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu, dibutuhkan transisi energi ke Energi Baru Terbarukan (EBT).
 
Salah satu sumber paling efisien dibandingkan dengan sumber energi terbarukan lainnya ialah energi nuklir. Situasi yang dihadapi manusia saat ini menggerakkan, Priscilla Tiffany, mahasiswa Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) mengembangkan nuklir sebagai sumber energi primer.
 
Mahasiswa angkatan 2021 ini menuangkan idenya dalam sebuah paper berjudul “Youth for Nuclear Energy (YNE): Pemanfaatan Teknologi untuk Edukasi Menuju Target Implementasi Energi Nuklir 2050”.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dari permasalahan lingkungan yang ada dan minimnya ketertarikan masyarakat terhadap nuklir, saya menggagas sebuah aplikasi bernama Maja. Maja merupakan potongan (dari) kata remaja. Aplikasi ini dikembangkan dengan target remaja Indonesia sebagai penggunanya,” ujar Priscilla dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 September 2022.
 
Dia menyebut aplikasi Maja juga bisa bermakna singkatan dari “mainin aja” yang menggambarkan konsep menarik dan menghibur, meskipun tujuan utamanya memberi edukasi dan promosi. Dia menjelaskan lima fitur utama Maja.
 
Fitur pertama, Artificial Intelligence (AI), di mana informasi energi nuklir dikemas dalam bentuk kuis dan user dapat menggunakan suara atau speech recognition untuk menjawab pertanyaan. Selain memberikan pertanyaan dan kunci jawaban, Maja AI juga memberikan penjelasan mengenai kunci jawaban yang diberikan, sehingga user mendapatkan informasi baru terkait energi nuklir.
 
Fitur kedua, permainan. Pada fitur ini, user diajak memainkan permainan simulasi reaktor nuklir pada PTLN. Sehingga, user dapat merasakan pengalaman pribadi serta berpartisipasi aktif dalam memberikan edukasi terkait implementasi energi nuklir yang dirangkai dalam metode gamifikasi.
 
Fitur permainan ini juga menjadi sarana edukasi untuk menunjukkan selama pengaturan pada reaktor nuklir tepat, tidak akan terjadi ledakan reaktor seperti yang ditakutkan. Dalam permainan ini, user diajak memahami dan menyimulasikan prosedur pembuangan limbah hasil reaktor nuklir. Sehingga, stigma yang salah mengenai limbah radioaktif dapat perlahan dihilangkan.
 
Fitur ketiga, artikel yang memungkinkan user menggali sendiri informasi yang dibutuhkan mengenai energi nuklir. Pada fitur ini, user juga mendapatkan informasi mengenai berita terbaru terkait perkembangan energi nuklir.
 
Pengguna dapat berdiskusi dengan sesama pengguna Maja di fitur keempat. Sehigga, diperoleh berbagai sudut pandang dan sesama generasi muda Indonesia dapat saling mengedukasi dan mengoreksi apabila ada stigma yang kurang tepat terkait energi nuklir. Fitur ini juga bisa digunakan langsung tanpa harus membaca artikel terlebih dahulu.
 
Fitur kelima, komunitas. Priscilla berharap Maja dapat menjadi sarana edukasi dan promosi yang menjangkau seluruh generasi muda Indonesia.
 
Oleh karena itu, lahir juga gagasan Youth for Nuclear Energy (YNE) yang merupakan komunitas beranggotakan generasi muda yang memiliki ketertarikan di bidang energi nuklir. Melalui komunitas ini, pemuda Indonesia bisa saling berdiskusi dan menyampaikan ide-ide inovatifnya untuk pengembangan energi nuklir di Indonesia.
 
Gagasan Priscilla Tiffany ini mengantarkan ia meraih juara tiga pada Paper Competition Festival Nuklir Nasional 2021 yang diadakan oleh Universitas Bangka Belitung bersama PT ThorCon Power Indonesia.
 
Dekan FTUI Heri Hermansyah menyambut baik gagasan aplikasi Maja. Pemanfaatan energi nuklir dilakukan dengan mempertimbangan keamanan pasokan energi nasional dalam skala besar, mengurangi emisi karbon, tetap mendahulukan potensi energi baru dan terbarukan sesuai nilai keekonomiannya.
 
"Serta mempertimbangkan energi nuklir sebagai pilihan terakhir dengan memperhatikan faktor keselamatan secara ketat," ujar dia.
 
Dia berharap aplikasi Maja dapat membantu program sosialisasi kepada masyarakat Indonesia tentang manfaat energi nuklir di berbagai bidang. Implementasi nuklir sebagai sumber energi, khususnya sebagai pembangkit listrik, masih menuai pro-kontra, sehingga menghambat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.
 
Generasi muda dapat turut berperan dalam upaya pengembangan PTLN, salah satunya mengedukasi masyarakat. YNE membidik generasi muda Indonesia, karena di masa depan mereka berperan dalam pemenuhan target implementasi energi nuklir pada 2050.
 
Baca juga: BRIN Memanggil Talenta Muda untuk Kembangkan Teknologi Nuklir di Indonesia 

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif