NEWSTICKER
Bilik disinfektan UNS. Foto: Dok.UNS
Bilik disinfektan UNS. Foto: Dok.UNS

Bilik Disinfektan UNS Bantu Masyarakat yang Sulit WFH

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 27 Maret 2020 11:19
Jakarta: Mahasiswa serta alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) menciptakan bilik khusus untuk melakukan sterilisasi manusia dari paparan virus korona atau coronavirus disease (covid-19). Bilik ini sangat berguna bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas karena sulit untuk bekerja dari rumah.
 
"Alat bernama Disinfection Chamber. Alat ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan covid-19," kata salah mahasiswa Teknik Mesin, Kukuh Mukti dalam siaran pers, Jumat 27 Maret 2020.
 
Dia menjelaskan, bilik ini diciptakan untuk masyarakat yang tidak bisa melakukan pekerjaan dari rumah. Sehingga aktivitas mereka di luar ruang pun menjadi aman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tujuan alat ini diciptakan adalah mengurangi risiko penularan covid-19, di mana beberapa warga yang beraktivitas di luar sehingga tidak bisa melakukan work from home," ungkap dia.
 
Setiap orang yang masuk ke dalam bilik bakal disemprotkan disinfektan ke seluruh tubuh dan pakaiannya. Harapannya dapat membunuh kuman atau virus yang menempel.
 
"Jadi, alat ini sebagai pelengkap pencegahan,” ujar Kukuh.
 
Baca juga:UNS: Kekhawatiran pada Korona Picu Gangguan Mental
 
Kukuh bersama tim nya membuat bilik ini hanya dalam waktu empat hari. Alat ini dibangun dengan bahan yang sederhana dan murah.
 
"Selain itu dibentuk agar mudah dipasang dan diaplikasikan di berbagai tempat. Sehingga masyarakat umum juga bisa membuatnya dengan mudah," lanjut Kukuh.
 
Kukuh berharap bilik ini dapat bermanfaat secara luas dan memutus penyebaran covid-19. Untuk pendistribusian bilik disinfektan ini, sementara sudah diletakkan di kampus UNS Pabelan. Selain itu rencananya mereka akan memberikan buku panduan atau pun poster pembuatan ke masyarakat secara luas.
 
Namun, untuk barang jadinya, kukuh menjual bilik dengan kisaran harga Rp1,5 juta. Saat ini kukuh dan temen-temannya dapat memproduksi dua bilik per hari.
 
Beberapa mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan bilik disinfektan ini adalah mahasiswa lulusan Program Pendidikan (prodi) Pendidikan Teknik Mesin (PTM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2015, Ilham Wahyu Kuncoro, mahasiswa Prodi PTM angkatan 2016, Atang dan mahasiswa lulusan S2 Fisika tahun 2019, Miftahul Maarif. Mereka dibimbing oleh dosen UNS, Nugroho Agung Pambudi.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif