Rektor ITS, Mochamad Ashari. Foto: Dok. ITS
Rektor ITS, Mochamad Ashari. Foto: Dok. ITS

ITS Resmikan PUI-AIHeS Perkuat Kontribusi Bidang Kesehatan dan AI

Pendidikan inovasi Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 16 Oktober 2020 12:32
Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meresmikan Pusat Unggulan Ipteks-Artificial Intelligence for Healthcare and Society (PUI-AIHeS) untuk memperkuat kontribusi di bidang kecerdasan buatan dan kesehatan.
 
Rektor ITS, Mochamad Ashari mengatakan, bahwa kecerdasan artifisial ini memiliki peran yang sangat strategis dan cakupan yang luas. Meski masih baru, PUI-AIHeS ditargetkan untuk dapat segera memenuhi Technology Readiness Level (TRL) dan Commercial Readiness Level (CRL).
 
“Hal tersebut mencakup beberapa poin, yakni ide, konsep, pembuktian teori, penciptaan prototipe, sertifikasi, hingga produksi massal,” kata Ashari dalam keterangannya, Jumat, 16 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengungkapkan, ITS setiap tahunnya rutin meluncurkan produk inovasi. Salah satunya di tahun ini yang akan fokus pada bidang kesehatan dan kecerdasan artifisial.
 
Guru besar Teknik Elektro ITS ini berharap, PUI baru ini dapat bekerja sama dengan pusat riset, pusat kajian, dan seluruh laboratorium di ITS. “Serta dapat membentuk konsorsium untuk menentukan topik untuk dikerjakan, hingga hilirisasi menghasilkan produk baru,” imbuhnya.
 
Wakil Rektor IV, bidang Riset, Inovasi, Kerja sama dan Kealumnian ITS, Bambang Pramujati mengatakan, produk dari PUI-AIHeS ini sebenarnya sudah banyak dan tinggal didiseminasika ke masyarakat. Oleh karenanya, terdapat tiga harapan, yakni pengembangan kapasitas dalam sumber daya hingga pendanaan, pengembangan kapasitas research development, dan diseminasi.
 
Menilik sejarah perjuangan dari PUI-AIHeS ini, Bambang merasa bahwa peresmian ini adalah momentum yang ditunggu-tunggu dari berbagai pihak. Ia berharap dapat meningkatkan kemandirian teknologi ITS.
 
“Riset, inovasi, serta produk inovatif itu akan jadi tulang punggung pengembangan institut untuk menjadi kampus yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar dosen Teknik Mesin ini.
 
Baca juga:Kesenjangan Inovasi Perguruan Tinggi dengan Industri Sangat Lebar
 
Sejalan dengan Bambang, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Agus Hatta turut menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan dari Kemenristek-BRIN, sehingga dapat diresmikannya PUI-AIHes ini. PUI yang memiliki karakteristik spesifik dan tidak ada duanya di Indonesia ini dirasa merupakan pilihan yang sangat tepat, karena kecerdasan artifisial telah menjadi topik penting di Industrial Revolution 4.0 dan Society 5.0.
 
Sementara itu, Kepala PUI-AIHeS, Endroyono menyebutkan bahwa PUI ini memiliki lima program pengembangan. Di antaranya yakni penguatan kelembagaan, peningkatan ekselensi, pengomersialisasian, perumusan isu dan riset strategis, hingga kerja sama dengan industri.
 
PUI-AIHeS diharapkan dapat menjadi pusat dan rujukan dalam pengembangan teknologi di bidang kecerdasan artifisial untuk bidang kesehatan demi kepentingan masyarakat dalam skala nasional maupun internasional. “Launching ini sebagai tanda bukti bahwa PUI-AIHeS sudah menjadi bagian dari ITS untuk mendukung ketercapaian program ITS ID 4.0,” tuturnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif