Platform Brain buatan universitas Brawijaya (UB). Foto: Dok Humas UB.
Platform Brain buatan universitas Brawijaya (UB). Foto: Dok Humas UB.

Mengenal Brain, Platform Data Inovasi Sivitas UB

Pendidikan Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian Perguruan Tinggi
Arga sumantri • 13 Januari 2021 11:51
Malang: Universitas Brawijaya (UB) merilis platform Brawijaya Research and Innovation (Brain) sebagai bentuk upaya menjembatani antara akademisi, pemerintah dan swasta. Brain merupakan platform yang berfungsi menghimpun seluruh data riset dan inovasi khusus milik mahasiswa, dosen maupun alumni UB.
 
BRAIN digagas oleh empat sivitas UB. Mereka yakni Ghany Abdillah Ersa dan Fawwaz Daffa Muhammad (mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer), berkolaborasi dengan Moh. Bagus Fahmi dan Imron Mashuri (alumni Fakultas Teknik dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Tim ini didukung jajaran direksi Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha UB.
 
"Sumber data Brain bisa dimasukkan sejak dalam perencanaan. Inventor dapat mengisi produknya langsung di web inovasi.ub.ac.id," kata Pendamping Startup BIIW UB Moh Bagus Fahmi, mengutip siaran pers UB, Rabu, 13 Januari 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui BRAIN, inventor akan mendapat beberapa manfaat seperti jejaring koneksi, penjenamaan produk, bentuk kontribusi kampus pada masyarakat dan pendampingan. Produk yang terdaftar akan dikategorikan ke dalam delapan kelompok, sesuai pembagan kategori program startup inovasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
 
Baca: Mahasiswa ITS Gagas Penggunaan Thorium Sebagai Bahan Bakar PLTN
 
Guna bisa mengisi konten, inovator dapat langsung mendaftarkan diri menggunakan e-mail UB dan mengisi form yang telah disiapkan, kemudian dilanjutkan mendaftarkan produknya. Website Brain juga dilengkapi panduan yang dapat diakses inventor untuk memudahkan pengisian. 
 
Dalam Brain, produk yang ditampilkan akan dilengkapi dengan deskripsi masing-masing. Selain itu, ada pengembangan produk. Pengguna produk juga dapat memberikan ulasan yang akan tampil di halaman produk tersebut.
 
Sejak pertama kali diluncurkan, tercatat telah ada 39 produk riset dan inovasi yang tampil di situs BRAIN. Saat ini pengisi  konten masih didominasi oleh binaan Badan Inkubator Wirausaha. 
 
"Dari 39 produk, tujuh produk di antaranya merupakan alumni. Mentoring akan difasilitasi jika telah terdaftar sebagai tenant di BIIW," teragnya.
 
Guna memudahkan koneksi, Brain dilengkapi fitur chat dengan inovator sehingga bisa berdiskusi lebih lanjut. Dengan hadirnya Brain, kata dia, dapat memudahkan proses hilirisasi beragam temuan yang diharapkan dapat memberikan dampak sosial positif pada masyarakat.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif