Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Uji Klinis Belum Tuntas, Vaksinasi Dinilai Sah untuk Kondisi Darurat

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian vaksin covid-19
Ilham Pratama Putra • 23 Oktober 2020 10:06
Jakarta: Meski belum ada vaksin korona (covid-19) yang lolos uji klinis hingga tahap akhir, pemberian vaksin disebut tetap bisa dilakukan. Pakar Edemiologi Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani menyatakan, pemberian vaksin ini sah dengan asas kedaruratan.
 
"Beberapa otoritas menyatakan bahwa ini diizinkan. Mendapatkan izin emergency use. Karena kondisi darurat, diperbolehkan untuk digunakan. Tapi ya dengan bukti, bukti-buktinya itu kan beberapa kelommpok berhasil," kata Laura kepada Medcom.id, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Menurut Laura, uji coba vaksin Sinovac, Sinophram, maupun CanSino, kepada 1.600 relawan beberapa waktu lalu telah menunjukkan hasil. Ia pun menilai pemberian vaksin secara lebih luas harus berdasarkan kriteria kelompok relawan, salah satunya orang dengan usia 15 hingga 59 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau uji klinisnya untuk usia 15 sampai 59 maka untuk diperbanyak itu masuk di kelompok itu, artinya untuk usia anak dan orang tua tidak dilakukan vaksin itu, sambil menunggu perkembangan," terangnya.
 
Dia menyebut kebutuhan pemberian vaksin juga tak lepas dari kondisi darurat saat ini. Penelitian vaksin saat ini pun sejatinya bersifat darurat pula.
 
"Ini kan kondisi darurat, pandemi ini sesuatu yag bisa dikatakan darutat, dalam arti penelitian vaksin dilakukan dalam kondisi darurat. Kalau secara normal, pengembangan vaksin bisa 15 sampai 20 tahun," jelasnya.
 
Baca:Epidemiolog UI Dorong Pemerintah Teruskan Program Vaksin Sesuai Jadwal
 
Paling penting, kata Laura, pemberian vaksin ini nanti dilakukan dengan hati-hati. Pemantauan kepada masyarakat yang diberikan vaksin harus dilakukan secara ketat.
 
"Harus ada monitoring, kalau ini diperluas ke masyarakat itu harus dimonitor jangan sampai ada kasus yang menyebabkan efek samping, bahkan sampai berat, harus ada off, on, untuk dilanjutkan atau tidak," sambung dia.
 
Jika hasil riset menunjukkan daya imunitas, kata dia, vaksinisasi sejatinya bisa dikatakan berhasil. Pada saat ini yang diperlukan ialah tubuh manusia memberikan respon imun setelah vaksinisasi. Imun ini bisa digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit covid-19.
 
"Bukan mencegah infeksi, tapi mencegah jatuhnya sakit. Jadi fungsi dari imunisasi kan sebetulnya itu, ketika kita punya daya protektif dan kekebalan dari hasil respon imunisasi yang baik," ujar dia.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif