Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pakar Genetika IPB: Covid-19 Mulai Menulari Hewan

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian IPB
Citra Larasati • 06 Mei 2021 16:17
Jakarta: Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof Ronny Rachman Noor menyebutkan covid-19 mulai menulari hewan. Selama ini, berdasarkan pengamatannya, para ilmuwan mengatakan tidak ada bukti bahwa hewan memainkan peran penting dalam menyebarkan penyakit kepada manusia.
 
"Namun, data di lapangan menunjukkan bahwa telah terjadi penularan covid-19 pada berbagai spesies di seluruh dunia seperti anjing, kucing, kera, dan cerpelai (mink)," kata Ronny, Kamis, 6 Mei 2021.
 
Kasus penularan covid-19 pada kucing dan anjing telah dilaporkan di beberapa negara. Kasus positif covid-19 pada anjing dilaporkan pertama kali terjadi di Hongkong. Sedangkan kasus pertama kucing yang dites positif covid-19 terjadi di Inggris pada Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus pertama yang terjadi di Amerika terjadi pada seekor harimau di Kebun Binatang Bronx di New York. Belakangan dinyatakan bahwa delapan gorila di Kebun Binatang San Diego di California positif covid-19.  Diduga hewan tersebut sakit setelah terpapar oleh penjaga kebun binatang yang terinfeksi.
 
“Masalah yang lebih serius terjadi pada cerpelai yang merupakan hewan semi-akuatik yang dibudidayakan untuk diambil bulunya. Beberapa negara telah melaporkan infeksi pada mink dan dalam beberapa kasus sangat parah mengalami kematian,” ujarnya.
 
Angka penularan terbesar pada mink terjadi di Denmark yang menyebabkan negara ini mengambil keputusan untuk memusnahkan jutaan hewan dan menutup industri peternakan mink sepenuhnya hingga 2022.
 
Baca juga:  Produk Eucalyptus Balitbang Kementan Lolos Uji Klinis Covid-19
 
Hal yang paling mengkhawatirkan menurut Ronny adalah adanya bukti bahwa cerpelai telah menularkan virus yang telah bermutasi kembali ke manusia.  Dari berbagai kasus yang telah dilaporkan, penularan ini diduga terjadi dari manusia ke hewan peliharaan. Namun, jika di kemudian hari terjadi penularan kembali dari hewan ke manusia dengan varian virus hasil mutasi, maka pandemi covid-19 ini akan semakin sulit untuk dikendalikan.
 
Penularan virus korona pada binatang juga memberikan sinyal lampu merah bagi hewan-hewan langka seperti gorila.
 
“Para ahli juga khawatir jika virus menyebar luas di antara hewan, virus varian baru hasil mutasi dapat muncul. Secara teori, varian ini diprediksi resisten terhadap vaksin yang saat ini sedang diluncurkan di seluruh dunia,” kata Ronny.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif