Ilustrasi alat pemanen energi rancangan tim mahasiswa ITS dan rangkaian komponen elektronika, controller, serta baterai. Dok Humas ITS.
Ilustrasi alat pemanen energi rancangan tim mahasiswa ITS dan rangkaian komponen elektronika, controller, serta baterai. Dok Humas ITS.

Mahasiswa ITS Ciptakan Pemanen Energi untuk Sumber Listrik di Jalan Tol

Pendidikan inovasi Riset dan Penelitian Perguruan Tinggi ITS
Arga sumantri • 29 November 2021 15:56
Surabaya: Pengoperasian jalan tol di Indonesia masih belum menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai sumber energi listrik. Berangkat dari hal tersebut, empat mahasiswa Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat terobosan berupa alat pemanen energi angin dan matahari untuk sumber kelistrikan mandiri di jalan tol.
 
Ilham Erick Kurniawan bersama ketiga rekan timnya, yakni Fachry Azca Haidar Fayumi, Mohammad Alfan Affandy, dan Firas Quthbi Sidqi merancang alat ini dengan menggunakan konsep vertical axis wind turbine. Maknanya, alat ini menggunakan turbin angin yang mampu menghasilkan energi listrik dengan optimal pada kecepatan angin rendah. 
 
"Angin rendah ini seperti yang dihasilkan dari aktivitas lalu lintas kendaraan di jalan tol," terang Ilham mengutip siaran pers ITS, Senin, 29 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak hanya memanfaatkan energi angin, inovasi ini juga dapat memanfaatkan sumber energi listrik lainnya. "Saat kondisi jalan tol sepi dan minim angin, alat (rancangan) kami masih dapat memanfaatkan energi cahaya matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik," tuturnya.
 
Ilham melanjutkan, model turbin tersebut dirancang agar angin yang masuk dapat dialirkan menuju piezoelektrik (muatan listrik yang terakumulasi pada benda padat tertentu, red) di bagian bawah turbin. 
 
"“Kami memilih spesifikasi piezoelektrik yang sesuai agar turbin kami dapat menghasilkan daya yang maksimal," jelasnya.
 
Baca: Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip Sulap Ampas Teh Jadi Antiseptik Covid-19
 
Ilham meyakini alat ini lebih unggul dibandingkan panel surya konvensional pada umumnya. Selain bersumber dari EBT, turbin alat ini menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang lebih besar, harga lebih murah, serta biaya perawatan alat yang lebih terjangkau. 
 
"Turbin ini juga akan mengurangi penggunaan listrik dari pembangkit listrik pada umumnya," ucap Ilham.
 
Alat hasil rancangan Ilham dan tim ini berhasil membuahkan medali perunggu pada kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-34 bidang Karsa Cipta kategori Poster. Untuk pengembangan selanjutnya, mereka akan menambahan fitur otomasi pada alat sehingga penggunaan alat dapat dipantau dari jarak jauh. 
 
"Tidak sebatas itu, kami berharap agar alat ini juga dapat diterapkan di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna meningkatkan bauran EBT di Indonesia," ungkapnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif