Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Vaksin Merah Putih Bersiap Menuju Tahap Uji Praklinis

Pendidikan Bio Farma covid-19 vaksin covid-19 Vaksin Merah Putih BRIN Eijkman
Citra Larasati • 26 Januari 2022 11:48
Jakarta:  Pengembangan Vaksin Merah Putih yang diteliti oleh tim PRBM Eijkman-BRIN sudah dalam tahap hilirisasi di mitra industri, yakni PT Bio Farma. PRBM Eijkman-BRIN berharap dalam waktu dekat vaksin ini sudah bisa dilakukan uji praklinis dan klinis.
 
“Semoga vaksin covid-19 karya anak bangsa ini bisa berkontribusi dalam penangulangan pandemi dan menjadi wahana untuk kemandirian bangsa dalam riset vaksin," kata  Peneliti Pusat Riset Biologi Molekular Eijkman-BRIN, Tedjo Sasmono, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Pelaksana tugas Kepala PRBM Eijkman Wien Kusharyoto menyebut vaksin covid-19 dengan platform sub unit protein rekombinan itu masih dalam proses pengembangan. "Riset Vaksin Merah Putih masih berjalan, yang berbasis sel ragi atau yeast dalam proses pengembangan lebih lanjut. Tingkat produksinya juga sudah sesuai dengan taraf yang diisyaratkan pihak industri, dalam hal ini PT. Bio Farma," terangnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan terpisah, Periset Lab. Terapeutik dan Vaksin, Andri Wardiana mengatakan, sampai saat ini Indonesia belum berhasil membuat vaksin ataupun obat biologi lainnya secara mandiri. “Dalam artian, dari mulai desain awal dan baru bisa melakukan transfer teknologi seperti yang dilakukan Bio Farma dan beberapa perusahaan farmasi lainnya,” terangnya. 
 
Menurutnya, agar Indonesia bisa memproduksi vaksin sendiri, harus dimulai dengan melakukan kerja sama dengan banyak pihak. “Dukungan secara menyeluruh dari berbagai pihak meliputi akademisi/ peneliti, pelaku industri dan pendukung lainnya, termasuk political will dari pemerintah juga diperlukan,” tuturnya. 
 
Baca juga:  ElBicare Cough Analyzer, Inovasi ITS Alat Deteksi Dini Covid-19 Melalui Batuk
 
Andri mencontohkan, pada pengembangan vaksin covid-19 dari Oxford/Astrazeneca berbagai macam institusi yang saling memberikan dukungan. Berbagai institusi bekerja sama menghasilkan satu jenis vaksin yang mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di awal. 
 
“Kita harus memulai seperti itu, kepakaran dari berbagai bidang berkumpul dan bekerja sama untuk mewujudkan tujuan utama yaitu kemandirian produksi vaksin,” tegas Andri.
 
Ia berharap, dengan adanya program Vaksin Merah Putih ini bisa dijadikan momentum untuk mewujudkan kemandirian vaksin dalam negeri. “Kita harus sudah mulai belajar memperbaiki hal-hal apa saja yang menjadi kendala pada proses pengembangan Vaksin Merah Putih ini" tambahnya.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif