Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

BPPT Kembangkan Mobile Test Kit Berbasis PCR

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 07 April 2020 07:07
Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) saat ini telah mengembangkan mobile test kitberbasis Polymerase Chain Reaction ( PCR). Inovasi ini dapat mempermudah untuk melayani tes covid-19 ke tempat-tempat yang belum terjangkau, terutama yang belum memiliki laboratorium Biosafety Level (BSL) 2.
 
“BPPT akan mengembangkan mobile test kit berbasis PCR. Ini semacam mobile BSL 2. Terutama mendukung swab tes atau PCR di tempat-tempat yang belum dilengkapi lab setara BSL 2,” kata Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro,dalam konferensi video di Jakarta, Senin, 6 April 2020.
 
Bambang menjelaskan, kekinian untuk test kit Berbasis PCR ini memang tengah dikembangkan. Sehingga ketika rampung, mobile tes kit PCR ini bisa segera dioperasikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“PCR, progresnya sudah sangat bagus. Test kit PCR diperkirakan sudah selesai, sudah mendapat dukungan dari Balitbangkes ada isolated RNA yang akan dipakai untuk mengembangkan tes kit tersebut. Dalam waktu tidak lama sudah bisa dipakai,” jelasnya.
 
Baca juga:Penelitian Penanganan Korona Tahap Awal Telan Rp38 Miliar
 
Ia pun berharap dengan adanya mobile test kit ini bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. “Mudah-mudahan inovasi seperti ini bisa membantu dan kita membuat test kit-nya dalam mobile dan bisa dipakai di seluruh indonesia,” harapnya.
 
Selain mengembangkan tes kit berbasis PCR, BPPT yang masuk dalam Konsorsium Inovasi dan Riset Covid-19 Kemenristek/BRIN ini juga megembangkan test kit Rapid Diagnosis Test (RDT) IgG IgM. Untuk IgG sendiri adalah singkatan dari Immunoglobulin G dan IgM adalah kependekan dari Immunoglobulin M.
 
Keduanya merupakan bentuk dari antibodi atau bagian dari sistem kekebalan tubuh. Rapid test atau berbasis antigen ini hasilnya bisa keluar dalam waktu 10 sampai 15 menit dan tentu ada kemungkinan false atau negatif yang mengakibatkan pengujian rapid test tidak bisa sekali dilakukan
 
“Kalau yang pertama kali diidentifikasi negatif, harus ada pemeriksaan selanjutnya. kalau positif bisa langsung ditangani,” ujar Bambang.
 
Test kit yang pertama saat ini sudah dikembangkan BPPT dan dapat diproduksi hingga 100.000 kit dalam waktu sebulan.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif