Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Rawan Gempa Harus Ekstra Proteksi

Pendidikan gempa tsunami
Citra Larasati • 30 September 2020 22:29
Jakarta: Pemerintah mengakui, adanya sejumlah wilayah rawan gempa membuat pemerataan infrastruktur dan pembangunan harus lebih ekstra hati-hati. Salah satunya adalah pembangunan bandara Kulon Progo di Yogyakarta yang didesain dengan memperhitungkan potensi gempa tersebut.
 
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa di sejumlah wilayah, misalkan saja di timur Sumatra dan utara Jawa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur lebih cepat dibandingkan wilayah barat Sumatra dan selatan Jawa. Salah satunya karena memperhitungkan adanya potensi gempa di daerah tersebut.
 
Sebab jika daerah secara ekonomi berkembang pesat, kata Bambang, maka akan diikuti dengan konsentrasi penduduk dalam jumlah besar. "Maka itu pembangunan di barat Sumatra dan selatan Jawa harus lebih ekstra hati-hati," terangnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Riset Mitigasi Bencana Berbasis Teknologi Bakal Digenjot
 
Kemudian Bambang mencontohkan dalam pembangunan bandara Kulon Progo. Menurut penjelasan Angkasa Pura, kata Bambang, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo sudah didesain kuat terhadap gempa berskala besar tertentu.
 
"Bahkan di desaingedung terminalnya itu kalau ada tsunami sudah diperhitungkan cara bagaimana mitigasinya. Jadi kita tetap bisa membangun, namun dengan kecepatan yang tidak sama dengan daerah utara Jaw dan pantai timur Sumatra, ekstra proteksi," tegas Bambang.
 
Sebelumnya, Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro menjelaskan, perihal risetnya tentang potensi gempa berkekuatan besar di selatan Pulau Jawa. Ia menjelaskan, riset yang menjadi perbincangan publik itu merupakan hasil penelitian tahun lalu.
 
"Sebenarnya itu riset multidisplin yang dibiayai ITB tahun kemarin," kata Sri Widiyantoro kepada Medcom.id, Sabtu, 26 September 2020.
 
Ia menjelaskan riset itu melibatkan peneliti multidisiplin. Ada ahli data Global Positioning System (GPS) dan ahli tsunami. Riset ini meneliti berbagai sisi tentangseismic gapdi selatan Pulau Jawa.Seismic gapdimaksud merupakan zona tepi gempa yang memanjang di selatan Pulau Jawa, tepatnya dari Jawa Barat ke Jawa Timur.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif