Guru Besar FTP UGM Agnes Murdiati dalam diskusi virtual UGM. Dok Humas UGM.
Guru Besar FTP UGM Agnes Murdiati dalam diskusi virtual UGM. Dok Humas UGM.

Tanaman Koro Pedang Putih Potensial Jadi Sumber Protein Alternatif

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Arga sumantri • 07 Oktober 2020 08:31
Yogyakarta: Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Agnes Murdiati, mengungkapkan, tanaman koro pedang putih berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber protein alternatif. Tanaman ini dikenal sebagai kacang parang.
 
Menurut dia, selain memiliki nilai gizi yang tinggi, tanaman ini juga memiliki sejumlah pasar yang menjanjikan. Tanaman ini banyak menerima permintaan dari Korea, Jepang, dan Amerika Serikat.
 
"Koro pedang putih dapat digunakan untuk mensubtitusi kedelai karena kandungan proteinnya yang tidak berbeda jauh dengan kedelai," ungkap Agnes melalui siaran pers UGM, Selasa, 6 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menerangkan, tanaman ini mudah dibudidayakan, dan dapat tumbuh pada segala jenis tanah, termasuk tanah marjinal dan tanah masam. Di Indonesia, tanaman ini tumbuh merata dari Sabang sampai Kepulauan Maluku, dan sudah dibudidayakan di beberapa daerah, seperti Lampung, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat.
 
Secara tradisional, tanaman koro pedang digunakan untuk pupuk hijau, dan polong muda digunakan untuk sayur. Beberapa daerah pun sudah menggunakan koro pedang putih sebagai bahan baku tempe, susu, tepung pengganti terigu, dan bungkil sebagai pengganti bungkil kedelai untuk pakan.
 
"Para petani kacang koro pedang yang terhimpun dalam Komunitas Damar Sindoro-Sumbing, di Temanggung, Jawa Tengah mampu menghasilkan empat sampai delapan ton koro pedang setiap panen dan menilai prospek budi daya koro pedang cukup bagus," terangnya.
 
Baca:Mahasiswa ITS Rancang Sensor Pendeteksi Illegal Fishing dan Tsunami
 
Uji biologis menunjukkan bahwa pemberian serat koro pedang putih dapat menurunkan nilai Atherogenic Index of Plasma (AIP). Pemberian diet serat koro pedang putih dapat menurunkan risiko terjadinya atherosklerosis yang ditandai dengan rendahnya nilai AIP.
 
Sejumlah penelitian terhadap potensi tanaman ini pun telah dilakukan oleh sejumlah peneliti. Termasuk, di FTP UGM, yang menghasilkan produk-produk seperti tempe dan sari koro pedang putih.
 
Agnes menyebut koro pedang putih mempunyai prospek yang sangat bagus untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan. Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai macam produk turunan dengan memberikan karakteristik sifat produk yang khas.
 
"Selain pemanfaatan biji koro pedang putih, limbah kulit koro pedang putih dapat dimanfaatkan sebagai sumber selulosa," paparnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif