Simulasi uji klinis vaksin covid-19 sinovac di Fakultas Kedokteran Unpad. Foto: Antara/M. Agung Rajasa
Simulasi uji klinis vaksin covid-19 sinovac di Fakultas Kedokteran Unpad. Foto: Antara/M. Agung Rajasa

Ini Tahapan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Antara • 06 Agustus 2020 15:16
Bandung: Tim Riset Univeristas Padjadjaran (Unpad) melakukan simulasi pelaksanaan uji klinis vaksin covid-19 buatan Sinovac Biotech dengan mendatangkan sejumlah relawan. Para relawan akan menerima lima kali kunjungan dokter.
 
"Jadi tujuan simulasi ini untuk menunjukkan kepada relawan, bagaimana alurnya, apa keuntungannya dan sebagainya, karena pada penelitian ini, subjek atau relawan ini akan ada lima kali kunjungan," kata Dokter laboratorium riset uji vaksin, Sunaryati, ditemui di sela simulasi di Fakultas Kedokteran Unpad, Jalan Eyckman, Bandung, Kamis, 6 Agustus 2020.
 
Sunaryati menjelaskan, setiap kunjungan diberi istilah dengan visit. Lalu, setiap visit disingkat dan diteruskan dengan angka, contohnya V0, V1, V2, dan seterusnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada V0, kata Sunaryati, para relawan akan diberi edukasi oleh dokter yang menangani. Edukasi itu meliputi apa yang boleh dilakukan dan yang tidak diperkenankan.
 
"Kemudian setelah menyetujui, ada penandatanganan. Karena kita tidak boleh memaksa relawan, jadi relawan harus sukarela ikut ini," kata dia.
 
Masih dalam V0, para relawan bakal diperiksa kondisi kesehatannya. Pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan menanyakan apakah ada penyakit bawaan.
 
"Kalau sudah selesai itu, lalu dilakukan pengambilan tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR), kemudian sampel tesnya dikirim ke laboratorium," terangnya.
 
Baca:659 Relawan Siap Jalani Uji Klinis Vaksin Covid-19
 
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan itu diketahui setelah dua hari atau diberikan kepada relawan hasil PCR-nya, pada visit 1 (V1). Apabila hasil PCR menunjukkan positif, maka otomatis relawan itu tidak bisa mengikuti uji klinis vaksin covid-19 Sinovac. Namun, apabila negatif, maka proses akan berlanjut kepada pemeriksaan kesehatan lagi, ditambah dengan tes cepat covid-19.
 
"Pada saat V1 itu lagi-lagi dilakukan pemeriksaan fisik, tekanan darah, kemudian dilakukan pemeriksaan rapid test (tes cepat) yang ada di tempat. Jadi rapid test itu dilakukan saat V1," ujar dia.
 
Ia menjelaskan, kalau hasil rapid test non reaktif, artinya si relawan sudah memenuhi syarat, lalu ikut penandatanganan. Setelahnya, relawan itu masuk kriteria menjadi subjek atau relawan dan mulai disuntik (vaksin) pada V1 itu.
 
Setelah penyuntikan vaksin, tim dokter akan mengobservasi relawan tersebut. Sebab, kata dia, kemungkinan akan terjadi reaksi-reaksi dalam rentang waktu 30 hingga 40 menit setelah penyuntikan.
 
Maka dari itu, pihaknya juga sudah menyiapkan tempat observasi apabila ada reaksi yang dialami relawan. Apabila tidak ada reaksi, maka relawan itu diperbolehkan pulang.
 
"Lalu relawan diinformasikan untuk datang pada kunjungan-kunjungan berikutnya, ada V2, V3, V4. Lalu pada V2, dua pekan setelah V1, itu dikasih vaksinasi kedua," katanya.
 
Kemudian, apabila ada gejala-gejala yang dialami para relawan, ia meminta agar melaporkan hal tersebut ke tempat dilakukannya vaksinasi.
 
"Jadi semua yang terjadi kita lakukan pemantauan, kalau gejala ringan ya sesuai dengan protokol covid-19, ya isolasi mandiri saja. Kalau berat, ya dirawat ke rumah sakit, itu mendapat asuransi," kata dia.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif