Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Peneliti AstraZeneca Jawab Isu Vaksin Menyebaban Pembekuan Darah

Pendidikan Pendidikan Tinggi vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia Vaksin AstraZeneca
Ilham Pratama Putra • 26 Juli 2021 20:50
Jakarta: Isu vaksinasi yang menyebabkan pembekuan darah sehingga membuat masyarakat takut untuk menerima vaksin menjadi sorotan dua putra dan putri Indonesia yang tergabung dalam tim peneliti vaksin AstraZeneca.  Pasalnya, isu pembekuan darah tersebut salah satunya dikaitkan dengan vaksin yang dikembangkan bersama Oxford University tersebut.
 
Anggota peneliti vaksin AstraZeneca dari Indonesia, Carina Citra Dewi menjelaskan, jika pada awalnya efek pembekuan darah tersebut tidak muncul ketika uji klinis. Uji klinis itu sendiri telah dilakukan kepada puluhan ribu pasien. 
 
"Namun saat uji klinis puluhan ribu itu tidak ada kasus pembekuan darah. Namun setelah sekian juta baru terdeteksi," kata Carina dalam siaran langsung Instagram Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya, Minggu, 25 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atas munculnya isu pembekuan darah itu pihaknya melakukan beberapa evaluasi dan ternyata efek pembekuan darah itu diketahui tidak fatal.  Untuk itu Carina meminta masyarakat untuk menimbang ulang.
 
Lebih memilih terpapar covid-19 yang memiliki risiko kematian, atau pembekuan darah yang bisa ditanggulangi.  Carina pun menegaskan, baik obat ataupun vaksin sudah pasti memiliki efek samping.
 
Dia pun memastikan efek samping dari vaksin AstraZeneca masih dalam kategori aman.  Bahkan, kata dia, jika berbicara pembekuan darah, paracetamol pun memberikan efek pembekuan darah.
 
Baca juga:  Peneliti Astrazeneca: Semua Vaksin Aman dan Efektif
 
Hebohnya berita vaksin AstraZeneca menyebabkan pembekuan darah ini menurutnya ditenggarai karena vaksin covid-19 adalah barang baru bagi masyarakat.  "Paracetamol pun ada pembekuan darah efek sampingnya, tapi tetap saja orang berpikir ini kan obat umum. Kalau AstraZeneca karena dia baru jadi heboh," terangnya.
 
Carina menyampaikan, saat ini vaksin AstraZeneca sudah digunakan di 178 negara. Setidaknya saat ini, kata dia, vaksin AstraZeneca sudah terdistribusi sebanyak 700 juta dosis di seluruh negra.
 
Dan sejauh ini, kata dia, dari satu juta orang paling tidak hanya satu yang memiliki gejala pembekuan darah. "Dan efek sampingnya sangat rendah. Kita bertujuan menyuplai negara dengan tiga miliar dosis," kata dia.
 
Vaksin untuk Indonesia
 
Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.
 
Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif