Ilustrasi baterai nasional. Foto: Dok. UI
Ilustrasi baterai nasional. Foto: Dok. UI

UI dan Kementerian Investasi Kembangkan Industri Baterai Nasional

Pendidikan inovasi Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian Universitas Indonesia
Citra Larasati • 25 Juni 2021 10:58
Depok:  Universitas Indonesia (UI) memperkuat kerja sama dengan Kementerian Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) terkait pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat  Ruang lingkup kerja sama ini meliputi program magang dan beasiswa antarlembaga, kolaborasi riset, hingga penyelenggaraan seminar bersama.
 
Dalam sambutannya, Rektor UI, Ari Kuncoro berharap, bahwa kegiatan seminar dan penandatanganan ini menjadi momentum awal kolaborasi antara UI, pemerintah, dan industri dalam rangka membangun ekosistem industri mobil listrik nasional.
 
“Kerja sama dan kegiatan seminar ini penting untuk memahami pergeseran industri otomotif dunia, dari industri berbasis bahan bakar fossil menjadi industri kendaraan berbahan dasar listrik (electric vehicle/EV),” katanya Ari dalam keterangan tertulis, Jumat, 25 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjelaskan, bahwa salah satu visi besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu mewujudkan transformasi ekonomi. Salah satunya melalui hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah. Pada tahun 2030 mendatang, sebanyak 70 persen bahan bakar kendaraan sudah beralih dari fosil menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT).
 
Dalam hal ini, Indonesia beruntung karena memiliki cadangan sumber daya alam nikel sebesar 25 persen dari total cadangan di seluruh dunia.  “Indonesia menurut saya sudah saatnya untuk keluar menjadi pemain terbesar dunia, sehingga dunia mengenal Indonesia bukan hanya sekadar Bali, yaitu pariwisatanya. Tapi dunia harus mengenal Indonesia sebagai negara industrialis yang menghasilkan baterai modern,” ujar Bahlil.
 
Baca juga:  Rp25,5 Miliar Disiapkan untuk Danai Riset Terapan, Begini Cara Mendapatkannya
 
Komisaris Utama PT Industri Baterai Indonesia, Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan bahwa kendaraan listrik akan mendominasi permintaan pasar otomotif pada tahun 2040. Seiring dengan hal ini, permintaan akan kebutuhan baterai akan semakin meningkat, karena baterai merupakan salah satu komponen utama dalam EV yang mewakili 12-25 persen dari total bobot komponen kendaraan listrik.
 
“Di sinilah Indonesia dapat mencari celah keuntungan ekonomi, karena nikel merupakan komponen pembentuk utama katoda baterai, dan Indonesia adalah negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia,” katanya.
 
 
Halaman Selanjutnya
Saat ini, potensi ekonomi ini…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif