NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

Pembuatan Vaksin Korona Diprediksi Butuh Waktu Setahun

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Muhammad Syahrul Ramadhan • 27 Maret 2020 10:10
Jakarta: Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman yang tergabung dalam Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional akan mengembakan vaksin virus Korona (covid-19). Diperkirakan membutuhkan waktu satu tahun untuk membuat vaksin virus korona.
 
Direktur LBM Eijkman, Amin Soebandrio pun berharap, vaksin ini dapat dikembangkan secara cepat. Menurut Amin, standar pembuatan vaksin membutuhkan waktu sampai satu tahun.
 
“Kami berharap bisa lebih pendek. Tapi ketika vaksin tersediainsya Allahbisa menangani pandemi,” jelas Amin dalam konferensi pers yang digelar secara daring, di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pengembangan vaksin ini, Amin akan mengundang para ahli yang pakar di bidang imunoserologi, vaksinologi, virologi, animal eksperimen, molekul kloning, dan biofarmatik. “Itu yang bisa bergabung dengan konsorsium ini, waktu kita sempit sehingga butuh komitmen yang tinggi,” tegasnya.
 
Baca juga:Menristek: Indonesia Harus Bisa Produksi Vaksin Korona Sendiri
 
Vaksin ini dirancang agar bisa membangkitkan respons imun dengan sangat baik. “Yang akan menjadi target adalah protein dari virus itu sendiri, teknologi yang kami pakai adalah recombinant protein,” jelas Amin.
 
Amin menjelaskan, vaksin ini diharapkan bisa membangkitkan dan menstimulasi pembentukan antibodi. Sehingga bisa menciptakan health immunitydan antibodi itu harus memiliki sifat protektif.
 
“Artinya melindungi infeksi virus. Mudah-mudahan tidak terjadi infeksi, kalau terjadi infeksi berarti tidak akurat. Vaksin ini diharapkan akan memiliki sifat cross protective di antara virus-virus korona,” jelasnya.
 
Diberitakan sebelumnya, Kemenristek/BRIN menggelontorkan dana Rp20 miliar untuk Konsorsium Inovasi dan Riset Covid-19. Salah satu alokasi anggaran tersebut adalah untuk mengembangkan vaksin virus Korona.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif