Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kondisi Normal Baru, Alat Rapid Test Paling Dibutuhkan

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Muhammad Syahrul Ramadhan • 19 Mei 2020 09:05
Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut alat rapid test jadi yang paling diperlukan menghadapi situasi new normal. Ia pun mendorong adanya riset agar alat tes virus korona (covid-19) itu bisa lebih sensitif, akurat, serta cepat.
 
"Rapid test akan criticial di masa depan, karena untuk mengecek seseorang positif covid-19, tentu tidak bisa mengandalkan termometer seperti sekarang," kata Bambang dalam konferensi video, Senin, 18 Mei 2020.
 
Bambang menekankan, semakin akurat dan cepat rapid test ini, bisa menjadi alat seleksi ketika ada kegiatan yang melibatkan banyak orang. "Sehingga paling tidak setiap pertemuan atau event,maka rapid test menjadi alat seleksi, siapa yang boleh masuk, siapa yang tidak," terangnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang menuturkan, saat ini baru ada 10 ribu unit alat rapid test dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Universitas Mataram, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga. Alat sudah dipakai dan divalidasi di Jawa Tengah. Setelah mendapatkan izin edar, sebanyak 40 ribu alat tes cepat siap diproduksi pada akhir bulan ini.
 
Baca: Menristek Dorong Riset Tentang Protokol New Normal
 
Kemenristek sudah menggelontorkan dana Rp60,6 miliar untuk mendanai proposal riset dan inovasi untuk memerangi covid-19. Sudah dibuka juga untuk pengajuan proposal tahap kedua, dengan anggaran Rp30 miliar.
 
Proposal riset tahap kedua diharapkan tidak hanya fokus pada penelitian hardcore seperti vaksin, rapid test, atau suplemen, tetapi juga softcore seperti dampak sosial, maupun ekonomi dari covid-19 ini. Bambang juga mendorong adanya riset tentang protokol kesehatan dalam situasi new normal di Indonesia, dengan menyesuaikan daerah masing-masing.
 
"Riset covid-19 ada kesempatan lagi, fokus berkualitas melhat yang belum ada. Kita tidak bicara banyak-banyakan, lebih kearah kebutuhan kualitas inovasi," kata Ketua Konsorsium Covid-19 Ali Ghufron.

 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif