Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Peneliti LIPI: Covid-19 Bisa Bertahan Tujuh Hari Menempel di Masker

Pendidikan masker Virus Korona Riset dan Penelitian covid-19
Antara • 16 Februari 2021 16:52
Jakarta: Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ratih Asmana Ningrum mengatakan covid-19 bisa bertahan tujuh hari di bagian dalam masker bedah. Selain itu, bisa bertahan lebih dari tujuh hari di bagian luar masker bedah.
 
Hal ini diungkapkan Ratih dalam diskusi mengenai pengelolaan limbah masker pada masa pandemi covid-19 yang disiarkan secara daring. Ratih mengemukakan bahwa SARS-CoV-2 penyebab covid-19 memiliki stabilitas atau ketahanan yang berbeda pada setiap material. 
 
"Ternyata stabilitas virusnya di masker bedah di bagian dalam itu ternyata tujuh hari dan di bagian luar lebih dari tujuh hari," kata peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, masker yang dipakai oleh orang yang terserang covid-19 bagian dalamnya pasti mengandung virus. Sedangkan, masker yang dikenakan oleh orang yang tidak terinfeksi virus korona, bagian luarnya kemungkinan mengandung virus.
 
Ratih menambahkan, covid-19 bisa bertahan sampai 12 hari pada alat pelindung diri yang berbahan plastik, lalu 14 hari pada alat berbahan stainless steel (baja tahan karat). Kemudian, bisa bertahan empat hari pada sarung tangan karet, enam hari pada sarung tangan nitrile, satu hari pada kain katun, dan 21 hari pada masker N95.
 
Virus yang menempel pada masker dan alat pelindung diri yang lain, menurut dia, bisa dimatikan melalui proses disinfeksi.
 
Baca: Tangani Limbah Medis, LIPI Teliti Konsep Insinerator Skala Kecil
 
"Semua tipe disinfektan ternyata bekerja, baik yang sederhana maupun yang sudah lebih banyak digunakan di fasilitas kesehatan. Seperti pemutih di rumah tangga, itu bisa digunakan," kata Ratih.
 
Inaktivasi virus, kata dia, juga bisa dilakukan dengan memanaskan perlengkapan pada suhu 70 derajat Celsius selama lima menit atau merendamnya dalam larutan disinfektan selama lima menit. Ratin mengatakan, pengelolaan limbah medis di tingkat rumah tangga bisa dilakukan dengan memisahkannya dengan sampah rumah tangga lalu mendisinfeksinya menggunakan alkohol.
 
"Yang paling utama adalah disinfeksi itu harus dilakukan sedini mungkin," katanya.
 
Ratih menjelaskan bahwa limbah medis dari tempat perawatan pasien covid-19 di fasilitas kesehatan membutuhkan penanganan khusus. Dia mencontohkan, limbah medis dari penanganan pasien covid-19 di fasilitas kesehatan bisa disterilisasi menggunakan alat sterilisasi autoklaf.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif