Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Epidemiolog Unair: Tak Perlu Semua Populasi Dapat Vaksinasi

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian vaksin covid-19
Ilham Pratama Putra • 23 Oktober 2020 10:42
Jakarta: Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani menerangkan, prinsip vaksinasi adalah membentuk herd imunnity atau kekebalan populasi. Artinya, vaksinasi tak perlu dilakukan terhadap semua populasi penduduk.
 
"Jangan berpikir bahwa setiap orang harus mendapatkan vaksin. Sekitar 70 persen aja orang terimunisasi tervaksinasi itu sudah memberikan kekebalan populasi. Artinya infeksi dari virus ini bisa hilang, kalau 260 juta masyarakat kita, ya 70 persen ya, 170 juta divaksinasi," kata Laura kepada Medcom.id, Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Lewat konsep ini, masyarakat yang tidak bisa divaksinasi karena memiliki penyakit, bisa terlindungi. Kelompok masyarakat yang tidak bisa mendapat vaksin ini yang harus dilindungi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Epidemiolog UI Dorong Pemerintah Teruskan Program Vaksin Sesuai Jadwal
 
"Jadi dengan adanya kekebalan populasi, yang kelompok rentan, karena ada penyakit, sehingga dia tidak bisa mendapatkan imun, karena kalau di imunisasi juga percuma orang yang sakit. Mereka tidak mengeluarkan respons imun, nah ini gunanya kita melindungi itu untuk kekebalan populasi," ungkapnya.
 
Laura meminta pemerintah berhati-hati dalam melakukan uji klinis tahap final. Uji klinis harus dilakukan kepada mereka yang sehat. "Jika sesuatu hal yang tidak diinginkan, bisa dilihat apakah dampak dari vaksin atau dari kondisi individu itu," ujarnya
 
Kriteria penerima vaksin lainnya yakni kelompok usia dengan rentang 15 hingga 59 tahun. "Artinya untuk usia anak dan orang tua tidak dilakukan vaksin itu, sambil menunggu perkembangan," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif