Peluncuran aplikasi ini juga sekaligus meraih Rekor MURI. Foto: Dok. UB
Peluncuran aplikasi ini juga sekaligus meraih Rekor MURI. Foto: Dok. UB

UB Pecahkan Rekor MURI Deteksi Dini Serangan Jantung

Pendidikan Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Citra Larasati • 07 Oktober 2020 11:53
Jakarta: Universitas Brawijaya (UB) memecahkan rekor MURI atas aplikasi DETAK sebagai aplikasi pertama di Indonesia yang membantu mengarahkan pasien dengan keluhan pada jantung. Pengguna akan mendapat rekomendasi penanganan jantung sekaligus membantu tenaga medis mengurangi kegawatan akibat sakit jantung.
 
“Aplikasi ini membantu masyarakat awam apakah benar sakit jantung atau tidak. Kebanyakan pasien kurang paham apa yang dirasakan ketika mulai ada gejala sakit, bahkan bingung mengambil keputusan mau berobat kemana," kataWakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedoktreran UB, Mohammad Saifur Rohman, dalam keterangannya, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Rekomendasi perawatan akan diberikan setelah pengguna melaporkan gejala. Selain itu, DETAK juga dilengkapi dengan pengingat konsumsi obat bagi pengguna. Dengan aplikasi DETAK ini, diharapkan pasien jantung dapat tertangani secara cepat dan tidak sampai terlambat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain membantu pengguna, sistem sejenis juga telah dikembangkan di Puskesmas untuk membantu tenaga medis dan kesehatan memberikan penanganan tepat bagi penderita sakit jantung. “Dengan menggunakan aplikasi ini, sama halnya dengan menemui Saya, dan menghindari pasien untuk salah menemui dokter”, imbuhnya.
 
Peluncuran aplikasi ini juga sekaligus meraih Rekor MURI dan diapreasi oleh Jaya Suprana selaku pendiri Museum Rekor Indonesia.
 
“Terima kasih kepada Fakultas Kedokteran Universiras Brawijaya yang telah memprakarsai kegiatan yang sangat perlu ini. Museum Rekor Dunia Indonesia menganugerahkan atas rekor penggunaan aplikasi Deteksi Dini Serangan Jantung dengan oleh peserta beresiko tinggi terbanyak dalam jumlah terbanyak kepada Kelompok Kajian Kardiovaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya," ujar Jaya Suprana.
 
Baca juga:Nobel Fisika 2020 Diberikan Kepada Para Penemu 'Black Hole'
 
Deteksi Dini Serangan Jantung ini melibatkan 50 orang dokter umum dan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah serta jejaring komunitas yang berada di wilayah Malang, Blitar, Lamongan, Pamekasan, dan Kalimantan Selatan. Tercatat sudah ada 1.031 pengguna yang terdaftar pada saat peluncuran aplikasi ini.
 
Peluncuran aplikasi ini diawali dengan olahraga jantung serentak melalui komunitas di beberapa wilayah yang dibina oleh alumni Program Spesisialis Kardiovaskuler UB. Kemudian dilanjutkan dengan seminar kesehatan tentang penyakit jantung.
 
Seminar kesehatan bertajuk “Kewaspadaan dan Kesiagaan Terhadap Serangan Jantung” ini disampaikan oleh pakar jantung UB, Prof.dr. Mohammad Saifur Rohman, SpJ (K), Ph.D. Seminar ini bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat bagaimana tanda, gejala, dan yang harus dilakukan jika terjadi serangan jantung secara mendadak.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif