Ilustrasi. MI
Ilustrasi. MI

Pakar Unair Beberkan Cara Mengatasi Penuaan Dini dengan Sel Punca

Citra Larasati • 27 Januari 2022 12:41
Jakarta:  Photoaging merupakan penuaan dini pada seseorang yang disebabkan salah satunya oleh sinar matahari.  Jika didiamkan, photoaging berpotensi skin cancer dan cosmecceutical problem.  
 
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan, bahwa radikal bebas merupakan peran sentral penyebab terjadinya photoaging baik dalam konteks molekuler maupun seluler jaringan sampai pada karakteristik kulit yang bisa dilihat dengan kasat mata ataupun dengan berbagai alat.
 
“Dengan adanya matahari justru menghambat antioksidan dan antioksidan tidak bisa menghambat radikal bebas, dan terjadilah photoaging. Photoaging sendiri treatment-nya berbagai macam, tapi harus ada pertimbangan antara efikasi dan biayanya, ini masih cukup mahal sehingga banyak yang mengabaikan padahal photoaging berpotensi skin cancer dan cosmecceutical problem,” jelasnya dikutip dari laman UNAIR, Kamis, 27 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, Cita menjelaskan, bahwa Mesenchymal Stem Cell (MSC) adalah sel punca yaitu sel yang terus melakukan regenerasi. Stem Cell sendiri memiliki berbagai manfaat termasuk memodulasikan sistem imun dan meningkatkan berbagai growth factor.
 
Cita juga menegaskan, alasan kenapa Mesenchymal Stem Cell-Conditioned Mediaum (MSC-CM) lebih dipilih dari pada MSC sendiri. Hal ini karena MSC-CM memiliki keuntungan dibandingkan MSC seperti bisa disimpan, didistribusikan, dan bisa digunakan oleh orang lain.
 
“MSC harus dari diri sendiri. Misalnya saya pakai sensor saya kemudian yang lainnya juga begitu, ada keterbatasan lain juga yaitu harus memiliki labolatorium yang terstandar dan tingkat kesulitannya juga tinggi,” ucap Cita.
 
Baca juga:  BPOM Belajar Pengembangan Laboratorium BSL-3 di UNAIR
 
Sementara itu MSC-CM itu Stem Cell setelah dikultur dan tidak ada sel. "Kalau dibandingkan dengan Stem Cell pasti efikasinya lebih kuat namun MSC-CM memiliki keuntungan seperti bisa disimpan, didistribusikan, dan digunakan oleh orang lain karena tidak ada sel di situ,” tambahnya.
 
Kemudian, Cita menegaskan keuntungan penggunaan MSC-CM dibandingkan dengan Stem Cell. Kapasitas Stem Cell tentunya lebih tinggi dibandingkan MSC-CM, namun prosenya masih mahal dan tidak bisa dibawa secara mudah, harus dengan kondisi khusus.
 
Sementara MSC-CM tidak ada potential rejection, transport-nya mudah, dan harganya lebih terjangkau.  “MSC-CM untuk protokolnya sama dengan Stem Cell tetapi tidak ada potential rejection karena dia digunakan untuk orang lain dan tidak ada sel di situ, transport-nya mudah dan tentu harganya jauh kalau dibandingkan dengan Stem Cell. Apabila produksi secara besar-besaran tentu harganya bisa lebih ditekan,” jelasnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif