Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro bersama Dirut Bio Farma  Honesti Basyir. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro bersama Dirut Bio Farma Honesti Basyir. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Bio Farma Disebut Bisa Produksi 250 Juta Vaksin Covid-19

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Muhammad Syahrul Ramadhan • 29 Juli 2020 20:06
Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menyebut Bio Farma sudah meningkatkan kapasitas produksi vaksin virus korona (covid-19). Peningkatan kapasitas produksi mencapai 250 juta dosis per tahun.
 
"Tadinya 100 juta (dosis) per tahun bisa menjadi 250 juta. Di gedung ini tambahan 150 juta, yang 100 juta ada di gedung lain," kata Bambang di laboratorium Bio Farma, Bandung, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Ia menyampaikan peningkatan kapasitas ini untuk memenuhi kebutuhan vaksin covid-19 seluruh warga Indonesia. Kapasitas produksi vaksin memang harus ditingkatkan, mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perkiraan kami untuk penduduk 260 juta hampir pasti kita harus memproduksi 300 juta dosis atau lebih," ungkapnya.
 
Bambang hari ini mengunjungi Laboratorium Bio Farma yang berada di Bandung, Jawa Barat. Ia mengecek kesiapan Bio Farma sebagai perusahaan yang akan memproduksi vaksin Merah Putih.
 
"Kami melihat kesiapan Bio Farma dalam kemandirian produksi sekaligus juga melihat kesiapan untuk proses produksi vaksin Merah Putih, yang sedang dikembangkan LBM Eijkman," kata dia.
 
Baca:Menristek Pastikan Bio Farma Siap Produksi Vaksin Covid-19
 
Sementra itu, Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, menegaskan bahwa Bio Farma siap untuk memproduksi vaksin dengan berbagai platform.
 
"Vaksin untuk yang bisa produksi satu-satunya di Indonesia hanya Bio Farma, jadi memang kami terdepan, pengembangan sampai siap final product itu hanya Bio Farma," kata Basyir.
 
Vaksin covid-19 buatan dalam negeri, atau vaksin Merah Putih, ditargetkan bisa dilakukan uji hewan tahun ini. Kemudian, pada 2021 siap untuk uji klinis, dan diproduksi pada 2022.
 
"Kami targetkan tahun depan uji klinik ke manusia (tahap) satu, dua dan tiga. Kalau lancar semua mudah-mudahan awal 2022 mungkin kita bisa produksi untuk vaksin Merah Putih," terang Basyir.
 

(AGA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif