Kampus IPB. Dok Humas IPB
Kampus IPB. Dok Humas IPB

Dosen IPB Teliti Mangga Kasturi, Buah Endemik dan Langka dari Kalsel

Pendidikan Riset dan Penelitian Perguruan Tinggi IPB
Arga sumantri • 21 Oktober 2021 11:32
Bogor: Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University Deden Derajat Matra meneliti mangga kasturi (Mangifera casturi). Mangga kasturi merupakan mangga endemik sekaligus flora khas yang berasal dari Kalimantan Selatan.
 
Dosen IPB University itu menyebut, The International Union for Conservation of Nature's (IUCN) menetapkan mangga kasturi sebagai tanaman langka di habitat aslinya (extinct in the wild).
 
"Buah ini mempunyai keunikan karena bentuknya kecil, berwarna keunguan dan harum wanginya seperti istilah kasturi, yang mempunyai wewangian kuat," ujar Deden dikutip dari siaran pers IPB University, Kamis, 21 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Deden mengaku dirinya telah memulai riset buah lokal sejak 2018 dengan pendanaan INSINAS. Saat itu, ia mulai mengumpulkan jenis buah-buahan khas Kalimantan Selatan salah satunya mangga Kasturi. Deden berkolaborasi dengan Hanif Wicaksano, salah satu penggiat dan pelestari buah lokal Kalimantan Selatan yang pernah mendapat penghargaan Kalpataru.
 
Deden berhasil mengidentifikasi jenis buah ini secara komprehensif. Identifikasi tersebut dilakukan menggunakan teknologi molekuler terkini dan telah terbit pada jurnal internasional bereputasi Scientific Reports (Nature Publishing Group). Penelitiannya itu mendapat pendanaan Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi (PDUPT).
 
Berdasarkan marka mikrosatelit dan DNA barcoding, kata Deden, empat jenis kasturi yang telah dikenal masyarakat yaitu Kasturi, Cuban atau Mawar, Pelipisan, dan Pinari. Jenis ini secara jelas pengelompokan dan keragaman genetiknya.
 
Baca: Mahasiswa Unsoed Bagikan Ilmu Pengolahan Tepung Kulit Ari Kedelai dari Limbah Tempe
 
Keragaman genetik mangga ini, lanjutnya, merupakan hasil persilangan antar spesies dan terjadi secara berulang yang diduga dari jenis Mangifera indica dan M. quadrifida. 
 
"Persilangan antar spesies di alam dapat terjadi dengan menghasilkan keragaman tinggi dan dapat dilacak silsilahnya dengan DNA fingerprinting, salah satunya dengan marka mikrosatelit," jelasnya.
 
Selain itu, analisis genomik, mahasiswa bimbingan Deden telah mengidentifikasi profil metabolit sekunder dengan GCMS dari keempat jenis Kasturi tersebut. Hasil identifikasi tersebut telah dipresentasikan pada Seminar Internasional ICoBio 2021.  
 
Deden mengaku, buah mangga Kasturi ini membuat tertarik salah satu organisasi konservasi yaitu ORG.one untuk mensekuen genom tanaman yang berpotensi mengalami kepunahan. Sekuen genom tersebut dilakukan dengan teknologi long read sequencing dari Oxford Nanopore Technologies dengan memberikan pendanaan in kind berupa flowcell MinIon.
 
Terkait sekuen genom tersebut, Deden menjelaskan, akademisi IPB University yang pertama dan telah memulai mengerjakan sekuen genom tanaman kehutanan dengan teknologi sequencing ini dari grup Iskandar Z Siregar, Deden termasuk dalam tim tersebut serta telah terbit di jurnal internasional bereputasi BMC Research Notes.
 
"Proses sequencing telah selesai dan pengolahan data awal untuk didepositkan pada database DNA internasional ENA (European Nucleotide Archive)," ungkapnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif