Dekan Sekolah Farmasi ITB, Daryono. Foto: Humas/ITB.
Dekan Sekolah Farmasi ITB, Daryono. Foto: Humas/ITB.

ITB Bakal Teliti Kunyit dan Temulawak Sebagai Antivirus Covid-19

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 23 Maret 2020 18:30
Jakarta: Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melakukan penelitian lanjutan, untuk mengetahui efek kurkumin di dalam kunyit dan temulawak sebagai antivirus korona. Penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan, meski kunyit, temulawak hingga jahe telah sah sebagai obat herbal terstandar atau aman untuk menjadi suplemen.
 
"Diperlukan kerja keras dari berbagai pihak seperti peneliti, industri farmasi, dan pemerintah Indonesia dalam pengembangan tanaman-tanaman tersebut hingga menjadi obat fitofarmaka sebagai antivirus terhadap covid-19,” kataDekan Sekolah Farmasi ITB, Daryono dikutip dari laman ITB, Senin, 23 Maret 2020.
 
Daryonomengungkapkan, khasiat kunyit dan temulawak dalam memperkuat imunitas tubuh. Senyawa kimia kurkumin dalam salah satu personel bumbu dapur itu diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti diketahui, imunitas yang baik merupakan salah satu kondisi yang direkomendasikan untuk dapat melawan virus korona atau coronavirus disease 2019 (covid-19). Daryono menyebut, kurkumin yang terkandung di keduanya memiliki potensi terapeutik yang beragam. Seperti antibiotik, antiviral, antioksidan, antikanker, dan untuk penanganan penyakit alzheimer.
 
"Gabungan kandungan senyawa kimia dari tanaman tersebut bermanfaat sebagai imunomodulator untuk menjaga daya tahan tubuh," kata Daryono.
 
Dia mengatakan, berbagai penelitian farmakologi telah dilakukan terhadap kurkumin. Penelitian telah berlangsung semenjak epidemi penyakit SARS di 2003.
 
Sejauh ini kurkumin telah bekerja pada penyakit SARS-CoV-2 dalam bentuk angiotensin converting enzyme 2 (ACE2). ACE2 dapat berada dalam bentuk fixed (menempel di sel) dan soluble (tidak menempel pada sel).
 
Penelitian terhadap senyawa kurkumin kemudian dilaporkan meningkatkan ACE2 pada hewan uji tikus. Namun belum ada studi hubungan langsung terhadap infeksi virus korona.
 
“Agar keperluan terapi menggunakan kurkumin dapat tercapai, diharapkan banyak ACE2 yang bebas (soluble) sehingga akan mencegah virus korona menempel pada sel, yang secara langsung akan mencegah terjadinya infeksi,” ujarnya.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif