Ilustrasi Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah inklusi. Foto: ANT/Zabur Karuru
Ilustrasi Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah inklusi. Foto: ANT/Zabur Karuru

UNS Bantu Sekolah Identifikasi Dini Anak Berkebutuhan Khusus

Pendidikan inovasi Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian UNS
Antara • 09 November 2020 20:02
Jakarta: Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berupaya membantu sekolah dalam mengidentifikasi dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan meluncurkan Sistem Identifikasi-Anak Berkebutuhan Khusus Sebelas Maret (SI-ABK SEMAR).
 
"Sistem ini merupakan sistem identifikasi untuk ABK yang dikembangkan dalam bentuk digital untuk mempermudah proses identifikasi dan asesmen," kata Ketua Grup Riset manajemen Pendidikan Khusus Program Studi (Prodi) Pendidikan Khusus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, Subagya di Solo, Senin, 9 November 2020.
 
Ia mengatakan, identifikasi dan asesmen ABK merupakan hal penting yang perlu dilakukan secara komprehensif.  Salah satunya agar ABK dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam konteks pendidikan, menurut dia, proses identifikasi dan asesmen merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab guru sebelum merencanakan program pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
 
"Dengan demikian, akurasi hasil identifikasi dan asesmen menjadi hal yang penting dan perlu diperhatikan secara seksama terutama oleh para guru. Hal ini perlu dilakukan agar guru dapat menentukan rencana pembelajaran yang tepat dan sesuai bagi anak sebagai bentuk dari penanganan pada mereka," katanya.
 
Baca juga:  Unair Dapat Suntikan Dana Besar Mematangkan Vaksin Merah Putih
 
Terkait hal itu, pihaknya telah melakukan sosialisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun sekolah penyelenggara inklusif se-Jawa Tengah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
 
"Ini dilakukan untuk melakukan pendampingan terhadap asesor sekolah, yakni guru dalam melakukan identifikasi pada ABK di sekolah berbasis digital dengan instrumen SI-ABK SEMAR. Pada kegiatan yang sudah kami lakukan beberapa waktu lalu tersebut diikuti oleh 60 perwakilan SLB negeri maupun swasta, dan beberapa sekolah penyelenggara inklusif di Jawa Tengah," katanya.
 
Pihaknya berharap dengan dilakukannya proses pendampingan tersebut asesor, yakni guru di SLB mampu melakukan identifikasi pada ABK di SLB.  "Khususnya identifikasi berbasis digital dengan SI-ABK SEMAR agar guru dan sekolah dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif