Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pakar UGM: Brucellosis Tak Menular Antar Manusia

Arga sumantri • 24 September 2020 20:55
Yogyakarta: Belum lama ini, ribuan orang di Tiongkok dikabarkan mengidap penyakit infeksi Brucellosis yang diduga kuat akibat kebocoran pabrik biofarmasi. Masyarakat dunia seolah khawatir jika penyakit ini nantinya bisa menyebar layaknya pandemi virus korona (covid-19). 
 
Namun, menurut pakar zoonosis Fakultas Kedokteran Hewan UGM, I Wayan Tunas Artama, Brucellosis adalah penyakit yang disebabkan karena bakteri Brucella sp. Menurutnya, selama ini belum pernah terjadi penularan dari manusia ke manusia.
 
"Dapat dikatakan sangat jarang sekali, biasanya penularan dari hewan ternak  seperti kambing, domba, sapi dan babi ke manusia atau produk hewan seperti susu atau susu kambing yang tidak disterilisasi atau pasteurisasi," kata Wayan dalam siaran pers UGM, Kamis, 24 September 2020.

Baca: Menristek Berharap GeNose UGM Segera Gantikan Uji Swab PCR
 
Menurut Wayan, kejadian Brucellosis di Tiongkok karena kebocoran industri vaksin untuk hewan yang bocor karena penanganan yang tidak layak karena menggunakan disinfektan yang sudah kedaluwarsa. Pada akhirnya, menyebar ke lingkungan dan menginfeksi sekitar 3.000 orang.
 
Apabila manusia terinfeksi dari bakteri hewan ternak ini, menurut Wayan, akan menunjukkan gejala berupa demam, sakit pada sendi, pusing dan gangguan yang sangat fatal pada hati yang dapat berakibat kematian.
 
 

"Pencegahannya bisa dengan vaksinasi pada ternak dan yang sakit dapat diobati dengan antibiotik," paparnya.
 
Belajar dari kasus merebaknya covid-19 dan Brucellosis dari negeri tirai bambu ini, menurut Wayan, menandakan ancaman zoonosis memang ada di depan mata. Bahkan, banyak pemangku kepentingan dan masyarakat yang kewalahan mengantisipasi penyebaran penyakit yang bersumber dari hewan ini. 
 
"Karena kita tidak tahu kapan akan muncul di wilayah kita. Nah, itu sangat terkait dengan globalisasi, transportasi modern, keamanan pangan, industrialisasi, ledakan penduduk di muka bumi ini dan ditambah dengan perubahan iklim," ujarnya.
 
Baca: GeNose UGM, Hasil Tes Covid-19 Keluar dalam Tiga Menit
 
Menurutnya, penerapan one health adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah penyakit zoonotik. Sebab, kejadian penyebaran penyakit yang bersumber dari hewan selama ini tidak lepas dari kelalaian manusia. 
 
"Karena ulah manusia, biosecurity dan biosafety yang tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya," ungkapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA