Yogyakarta: Belum lama ini, ribuan orang di Tiongkok dikabarkan mengidap penyakit infeksi Brucellosis yang diduga kuat akibat kebocoran pabrik biofarmasi. Masyarakat dunia seolah khawatir jika penyakit ini nantinya bisa menyebar layaknya pandemi virus korona (covid-19).
Namun, menurut pakar zoonosis Fakultas Kedokteran Hewan UGM, I Wayan Tunas Artama, Brucellosis adalah penyakit yang disebabkan karena bakteri Brucella sp. Menurutnya, selama ini belum pernah terjadi penularan dari manusia ke manusia.
"Dapat dikatakan sangat jarang sekali, biasanya penularan dari hewan ternak seperti kambing, domba, sapi dan babi ke manusia atau produk hewan seperti susu atau susu kambing yang tidak disterilisasi atau pasteurisasi," kata Wayan dalam siaran pers UGM, Kamis, 24 September 2020.
Baca: Menristek Berharap GeNose UGM Segera Gantikan Uji Swab PCR
Menurut Wayan, kejadian Brucellosis di Tiongkok karena kebocoran industri vaksin untuk hewan yang bocor karena penanganan yang tidak layak karena menggunakan disinfektan yang sudah kedaluwarsa. Pada akhirnya, menyebar ke lingkungan dan menginfeksi sekitar 3.000 orang.
Apabila manusia terinfeksi dari bakteri hewan ternak ini, menurut Wayan, akan menunjukkan gejala berupa demam, sakit pada sendi, pusing dan gangguan yang sangat fatal pada hati yang dapat berakibat kematian.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan